Siak (Kemenag)- Dalam rangka memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran santri tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, Pondok Pesantren Riyadus Sholihin Kampung Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kerinci Kanan memberikan sosialisasi kesehatan reproduksi bagi santri, Senin (26/8/2024).
Kepala MA Riyadus Sholihin Yolli Sutra dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bagi setiap individu, terutama generasi muda.
“Kesehatan reproduksi adalah aspek penting dalam kehidupan setiap orang. Melalui sosialisasi ini, kita berharap para santri dapat lebih paham tentang cara menjaga kesehatan tubuh dan reproduksi mereka, serta mencegah berbagai penyakit yang dapat mengancam di kemudian hari,” ujar Yolli Sutra.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber dari tenaga medis Puskesmas yang memberikan penjelasan tentang berbagai topik, mulai dari pentingnya kebersihan alat reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, hingga perencanaan keluarga. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah penjelasan tentang pendewasaan usia perkawinan dan manfaat kesehatan reproduksi bagi kehidupan berkeluarga.
Bidan Rina, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan persoalan fisik, tetapi juga dengan kesehatan mental dan emosional. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendidikan seks yang sehat kepada anak- anak sejak dini. "Remaja perlu dibekali pengetahuan yang benar agar dapat mengambil keputusan yang bijak terkait kesehatan reproduksinya”. Ungkap Bidan Rina.
Selain penyuluhan, acara ini juga diselingi dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Santri diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para ahli tentang berbagai isu yang mereka hadapi. Kegiatan sosialisasi ini mendapat respon positif dari santri dan pihak Pondok Pesantren. Febi, salah satu santri, mengaku senang bisa mendapatkan informasi yang sangat berguna. “Saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi. Ternyata banyak hal yang sebelumnya saya tidak tahu,” ungkapnya. (*)
Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan para santri semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta mampu menerapkan pengetahuan yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. (Rois/Fz)