0 menit baca 0 %

PP Riyadus Sholihin Fasilitasi Santri Berdampak Banjir Menggunakan Bus dan Truk Demi Sampai ke Kampung Halaman

Ringkasan: Siak (Kemenag) 23/03/25. Menjelang perayaan Idul Fitri, ratusan santri dari Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk menikmati liburan bersama keluarga. Namun, kepulangan santri tahun ini tidak seperti biasanya.

Siak (Kemenag) 23/03/25. Menjelang perayaan Idul Fitri, ratusan santri dari Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk menikmati liburan bersama keluarga. Namun, kepulangan santri tahun ini tidak seperti biasanya. Sebagian santri yang berasal dari daerah terdampak banjir di Kabupaten Pelalawan harus dievakuasi menggunakan dua bus dan dua truk lantaran kendaraan kecil dan sepeda motor tidak dapat melewati genangan air (Ahad, 23/03/2024).

Pimpinan Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, Kyai Thoyib, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan relawan untuk memastikan para santri dapat pulang dengan selamat. “Kami ingin memastikan seluruh santri bisa berkumpul dengan keluarga mereka di hari raya. Untuk santri yang rumahnya terdampak banjir, kami berinisiatif menyediakan transportasi khusus agar mereka tetap bisa pulang, jadi orang tua tinggal menjemput di titik jemput yang sudah ditentukan” ujarnya.

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Pelalawan disebabkan oleh curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir serta luapan sungai di sekitar daerah tersebut. Akibatnya, banyak akses jalan yang terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan kecil. Kondisi ini memaksa santri yang berasal dari daerah Sorek, Ukui, Inhu dan Langgam harus dievakuasi menggunakan moda transportasi yang lebih besar, yakni dua bus dan dua truk yang mampu melewati genangan air.

Salah satu santri, Faris , mengungkapkan rasa syukurnya bisa pulang meskipun harus melalui perjalanan yang menantang. “Alhamdulillah, meskipun harus naik truk, yang penting bisa pulang bertemu keluarga dan merayakan Lebaran bersama. Kami berterima kasih kepada pihak pondok yang telah mengusahakan transportasi untuk kami,” katanya.

Salah satu wali santri melalui pesan WhatsApp menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak pondok.  “Masya Allah, saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada pihak pondok yang telah berupaya dengan berbagai cara untuk bisa mengantar kepulangan anak-anak kami libur Idul Fitri. Semoga Allah selalu melindungi dan memberi kesehatan pada kita semua. Aamiin ya rabbal 'alamiin”, pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah Pelalawan terus memantau kondisi banjir dan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk membantu warga yang terdampak. “Kami akan memastikan jalur transportasi tetap bisa digunakan dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sohibul Ahsan, seorang anggota DPRD Kabupaten Pelalawan.

Dengan adanya upaya dari berbagai pihak, para santri kini bisa berkumpul bersama keluarga mereka untuk merayakan Idul Fitri. Namun, tantangan akibat bencana alam ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan solidaritas sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi darurat seperti banjir. (Rois/Fz)