0 menit baca 0 %

PPABP Kemenag Kampar Ikut Koordinasi Penarikan Data Kebutuhan Belanja Pegawai 2024

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )- Perencana Muda  Kemenag Kampar Yudi Avis  dan Hidayatullah serta Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai (PPABP)  M. Zen menghadiri Koordinasi Penarikan Data Kebutuhan Belanja Pegawai T.A 2024 dan Persiapan Penyusunan Pagu Anggaran T.A 2025 yang dilaksanakan  di Fur...

Kampar ( Kemenag )- Perencana Muda  Kemenag Kampar Yudi Avis  dan Hidayatullah serta Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai (PPABP)  M. Zen menghadiri Koordinasi Penarikan Data Kebutuhan Belanja Pegawai T.A 2024 dan Persiapan Penyusunan Pagu Anggaran T.A 2025 yang dilaksanakan  di Furaya Hotel Pekanbaru Selasa, 9/7/2024 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Prov.Riau Muliardi dengan  menghadirkan 48 orang peserta yang terdiri Staf Fungsional Perencana  dan Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai (PPABP

Dalam arahannya Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi menyampaikan terima kasih dan menyambut baik acara ini karena ini adalah untuk mengantisipasi  berbagai kekurangan dalam pelaksanaan anggaran di awal tahun 2024 ini, misalnya kekeliruan data dalam proses penganggaran, belanja pegawai dan lainnya. Sementara katanya, data menjadi sesuatu yang penting dalam penyusunan dan pengelolaan anggaran. "belanja pegawai dan lainnya harus singkron dan sesuai" tegas Muliardi

Sementara itu ketua pelaksana Andri menyampaikan bahwa kegiatan ini ada tiga agenda utama menindak lanjuti hasil Zoom dengan biro Perencana Kementerian Agama RI minggu lalu  terkait kebutuhan belanja pegawai tahun 2024  kenapa muncul ini karena tahun lalu kita mengajukan kekurangan  belanja pegawai itu hampir  3 Trilyun. Dari 3 trilyun yang diajukan itu 700 milyar  balik ke negara karena kesalahan perhitungan anggaran dari kawan-kawan. 700 milyar itu ada salah hitung  ada SPM diotolak didetik-detik terakjhir karena pencairan itu pada tanggal 31 Desember 2023.  Alhamdulillah untuk Riau  dari hampir 50 SPM yang diajukan hanya dua  yang tertolak kalau kita Bandingkan dengan kawan-kawan di Indonesia bagian timur ada yang sampai 50 % yang ditolak  dengan bahasa kurang teliti, ada kesalahan perhitungan pajak dan lain sebagainya.  dibandingkan dengan provoinsi lain ada yang sampai 50 % yang tertolak  karena ada kesalahan kurang teliti  dan sebagainya.

Selanjutnya kedua terkait dengan Penyusunan Pagu Anggaran T.A 2025  dan ketiga  kegiatan ini untuk silaturrahmi   ungkap Andri ( Fatmi/Cicy/Ags )