Indragiri Hulu (Kemenag)- Pranata Komputer, Muhammad Fadhli Ihsan, mengikuti pelatihan Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia. Pelatihan ini berlangsung secara virtual melalui Zoommeeting dari Senin- Kamis, 2- 5 September 2024.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali para ASN di sektor pemerintahan dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengaplikasikan manajemen risiko keamanan, terutama dalam lingkungan SPBE yang semakin terhubung dan rentan terhadap ancaman siber. Peserta akan mempelajari metode analisis risiko, identifikasi ancaman, serta pengelolaan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam pemerintahan.
Muhammad Fadhli Ihsan menyampaikan pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam menjaga keamanan data dan sistem di lingkungan pemerintahan.
"Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan secara efektif untuk meminimalkan risiko dan menjaga integritas serta kerahasiaan informasi di instansi tempat ia bekerja. Pentingnya kesadaran akan ancaman siber di kalangan ASN, mengingat semakin kompleksnya teknologi yang digunakan dalam pelayanan publik," ungkapnya.
Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi semakin krusial di era digital ini, di mana teknologi menjadi tulang punggung dalam berbagai layanan pemerintah. Ancaman siber yang terus berkembang menuntut adanya upaya proaktif dari pemerintah untuk melindungi infrastruktur digital dan data sensitif. Pelatihan semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa ASN memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko, sehingga dapat menjaga keberlanjutan layanan publik yang aman dan efektif. (*)