Indragiri Hulu (kemenag)
---Tim Hisab Rukyat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, yang
terdiri atas H. Arifin dan Zakaria Ginting, didampingi Penghulu KUA Kecamatan
Pasir Penyu Syafriadi serta Penyuluh Agama Islam Amril Haq Sir, melaksanakan
pengukuran kalibrasi arah kiblat di lokasi pembangunan Surau Suluk Nur Amin
Ridwan Riau, Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat. Kegiatan yang
berlangsung pada Kamis, 31 Juli 2025, pukul 12.15 WIB ini bertujuan untuk
memastikan arah kiblat bangunan surau sesuai dengan kaidah syar’i dan
perhitungan astronomis yang akurat.
engukuran
dilakukan secara teliti melalui metode hisab rukyat, memadukan perhitungan
astronomi dengan pengukuran langsung di lapangan. Tim mencatat koordinat Surau
Suluk Nur Amin pada titik 0°22?33.77? Lintang Selatan dan 102°26?25.27? Bujur
Timur. Saat pengukuran, azimut matahari tercatat sebesar 1,00°, sementara
azimut kiblat yang ditetapkan sebesar 294°?0??5.41? dari Utara Sejati Barat
(UTSB) atau 24°?0??5.41? dari arah Barat menuju Utara. Data ini menjadi acuan
utama untuk orientasi bangunan surau ke depan.
Kegiatan ini
disaksikan langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan, Pak Muhammad Irham, yang
didampingi anggota panitia berupa Eka Mahendra, Jhoni Awang, dan Sunaryo.
Kehadiran mereka menandai keterbukaan dan transparansi dalam proses kalibrasi
teknis. Irham menyampaikan apresiasi kepada tim Kemenag atas kepedulian dalam
memastikan ketepatan arah kiblat sejak tahap awal pembangunan. “Ini bukan
sekadar formalitas—keakuratan arah kiblat adalah tanggung jawab keagamaan dan
teknis yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Dari pihak Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, H. Arifin menegaskan bahwa
pengukuran ini sejalan dengan standar nasional Kemenag, yang mengedepankan
akurasi hisab rukyat daripada pendekatan tradisional. Ia menyoroti bahwa
indikator teknis seperti ini sering kali dianggap sepele, padahal memiliki
implikasi langsung terhadap kualitas pelaksanaan ibadah. “Metode ini kami pilih
karena terbukti presisi dan telah diterapkan di berbagai proyek pembangunan
masjid maupun surau di Riau,” tambah Zakaria Ginting, anggota tim teknis yang
turut terlibat.
Selanjutnya,
hasil kalibrasi akan dijadikan pegangan dalam pembuatan mihrab dan orientasi
ruang ibadah, sehingga konstruksi Surau Suluk Nur Amin berjalan sesuai standar
syariat. Panitia berencana menetapkan tanda permanen pada titik koordinat
sebagai pengingat masa depan dan referensi perbaikan jika diperlukan.
Dengan adanya
sinergi antara Tim Hisab Rukyat Kemenag Inhu, panitia pembangunan, dan
masyarakat, diharapkan Surau Suluk Nur Amin Ridwan Riau tidak hanya menjadi
bangunan fisik, tetapi juga simbol kepatuhan terhadap ajaran Islam dan
ketelitian ilmiah. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu berharap
surau ini dapat segera difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan yang
representatif dan akurat dari sisi teknis ibadah.
(Reski)