0 menit baca 0 %

Prestasi Membanggakan! Santri Syafa aturrasul Kuasai Panggung Debat MQK Riau

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) - Santri dan santriwati Pondok Pesantren Syafa aturrasul berhasil meraih Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat Provinsi Riau pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) 2025. Kemenangan ini diumumkan secara resmi pada 31 Juli 2025 oleh panitia pelaksana lomba.Lomba ini dilaksan...

Kuansing (Kemenag) - Santri dan santriwati Pondok Pesantren Syafa aturrasul berhasil meraih Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat Provinsi Riau pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) 2025. Kemenangan ini diumumkan secara resmi pada 31 Juli 2025 oleh panitia pelaksana lomba.

Lomba ini dilaksanakan secara online dari tanggal 28 hingga 30 Juli 2025. Para peserta dari berbagai pondok pesantren di Riau menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyampaikan argumen dalam Bahasa Inggris dengan tema-tema kitab kuning.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi tersebut. Ini bukti bahwa santri kita mampu bersaing dalam forum ilmiah dan modern, sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman, ujarnya.

Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kemenag Kuansing, Burdianto, juga mengapresiasi capaian itu. Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pondok pesantren lain di Kuantan Singingi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurut salah satu peserta, prestasi ini diraih berkat kerja keras tim dan dukungan penuh dari para ustaz di pondok. Kami belajar siang malam, latihan debat, dan memperdalam materi. Alhamdulillah, hasilnya sangat membahagiakan, ujar salah satu santri putri.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kuantan Singingi. Terutama karena mereka mampu membuktikan bahwa pondok pesantren tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tapi juga dalam keterampilan berbahasa dan berpikir kritis.

Ke depan, Kemenag Kuansing akan terus mendorong program peningkatan kapasitas santri dalam bidang literasi, bahasa asing, dan teknologi. Ini bagian dari transformasi pendidikan pesantren menuju era digital, tutup Suhelmon. (YZG)