Prof. Ridwan Lubis ; Komunikasi, Sosialisasi dan Edukasi Kunci Kerukunan
Ringkasan:
Siak Sri Indrapura, 27/1 (Humas)- Kerukunan Umat Beragama adalah kunci keutuhan bangsa Indonesia, karena tanpa adanya kerukunan umat beragama maka keutuhan bangsa Indonesia akan terancam. Oleh karena itu nilai kerukunan itu sangat mahal. Demikian disampaikan Prof.
Siak Sri Indrapura, 27/1 (Humas)- Kerukunan Umat Beragama adalah kunci keutuhan bangsa Indonesia, karena tanpa adanya kerukunan umat beragama maka keutuhan bangsa Indonesia akan terancam. Oleh karena itu nilai kerukunan itu sangat mahal. Demikian disampaikan Prof. DR. H. Ridwan Lubis dihadapan 112 orang tokoh agama se Kabupaten Siak Peserta Sosia sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomort 9 dan 8 tahun 2006 yang ditaja oleh Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Siak.
Pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus terhadap kerukunan umat Beragama, untuk itu FKUB di Kabupaten/kota mesti diberi anggaran melalui APBD. Karena harga kerukunan itu tidak ternilai, kalau terjadi komplik maka pemerintah daerah tidak akan bisa melakukan pembangunan, dan harga untuk itu sangat mahal, tegas tokoh kerukunan ini.
Ada tiga hal pokok yang harus dilakukan untuk mempertahankan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia, yaitu Komunikasi, Sosialisasi dan Edukasi. Komunikasi dalam arti membangun komunikasi yang baik antar umat beragama dan sesama umat satu agama. Kemudian Sosialisasi, yaitu dengan terus melakukan sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomort 9 dan 8 tahun 2006 kepada Seluruh lapisan masyarakat. Dan terakhir Edukasi, hal ini dengan menanamkan nilai-nilai kerukunan terhadap semua umat disegala usia, terutama generasi muda.
Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Siak yang sangat tinggi, telah memberikan corak dan warna agama berbeda pula ditengah masyarakat. Kalau tadinya masyarakat Kabupaten Siak beragama Islam, maka dalam perkembangannya saat ini lima agama sudah menjadi anutan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pencerahan pemahaman akan makna kerukunan umat beragama ini.
Selajutnya yang paling penting adalah tindak lanjut dari sosialisasi yang dilakukan ini dengan peran aktif tokoh agama yang telah mengikutinya sosialisasi menyampaikan dan memberi pemahaman kepada umatnya masing-masing. Kalau sosialisasi hanya sampai disini tentunya akan sia-sia saja, justru tindak lanjut berupa penyampaian kepada umat oleh para tokoh agama inilah yang paling utama dalam menjaga kerukunan umat beragama, tegas Pak Profesor. (awd)