0 menit baca 0 %

Program Wakaf Al-Qur’an KUA Pangkalan Kerinci Berlanjut, Calon Pengantin Jadi Pewakaf Aktif

Ringkasan: Pangkalan Kerinci (Kemenag) Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan literasi Al-Qur an di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan  Kerinci melaksanakan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur an kepada sejumlah sekolah dan pondok tahfiz d...

Pangkalan Kerinci (Kemenag) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan peningkatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pangkalan  Kerinci melaksanakan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada sejumlah sekolah dan pondok tahfiz di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Pangkalan Kerinci, Sudur didampingi oleh penyuluh agama Islam dan pegawai KUA. Acara penyerahan simbolis berlangsung Selasa (04/11/2025)

Dalam arahannya Sudur menjelaskan bahwa mushaf Al-Qur’an yang disalurkan berasal dari wakaf para calon pengantin yang mendaftarkan pernikahan mereka di KUA Kecamatan Pangkalan Kerinci. Sebagai bagian dari program “Infak Satu Mushaf untuk Pernikahan Berkah”, setiap calon pengantin didorong untuk menginfakkan satu Al-Qur’an sebelum pelaksanaan akad nikah.

“Program ini kami gagas agar momentum pernikahan tidak hanya menjadi peristiwa sakral penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi sarana berbagi manfaat bagi umat. Dengan berwakaf Al-Qur’an, calon pengantin telah menanam amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama mushaf tersebut dibaca dan dipelajari,” ujar Dr. Sudur. “Semoga setiap Al-Qur’an yang disalurkan hari ini menjadi cahaya ilmu dan keberkahan, serta menjadi amal jariyah bagi para calon pengantin yang telah berpartisipasi,” tutup Dr. Sudur.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya KUA dalam memberdayakan calon pengantin secara spiritual, sekaligus memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat. “Kami ingin menanamkan nilai-nilai kedermawanan dan tanggung jawab sosial kepada para calon pengantin, bahwa kebahagiaan rumah tangga juga dapat dimulai dari niat untuk memberi,” tambahnya.

Al-Qur’an yang terkumpul kemudian disalurkan kepada berbagai lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, sekolah dasar Islam, dan pondok tahfiz yang membutuhkan tambahan mushaf untuk kegiatan pembelajaran dan hafalan santri. Banyak lembaga yang menyambut baik program ini karena membantu memenuhi kebutuhan Al-Qur’an bagi para siswa dan santri yang jumlahnya terus meningkat.

Salah satu penyuluh agama Islam, Ustazah Nurhidayah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa penyaluran ini bukan hanya soal memberi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif umat Islam terhadap pentingnya mendukung pendidikan Al-Qur’an. “Insya Allah, setiap huruf yang dibaca dari mushaf ini akan menjadi pahala yang tidak terputus bagi para pewakafnya. Ini amal kecil tapi berdampak besar,” ujarnya dengan haru.

KUA Kecamatan Pangkalan Kerinci berkomitmen untuk terus melanjutkan program wakaf Al-Qur’an ini sebagai bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara calon pengantin, lembaga pendidikan Islam, dan penyuluh agama, diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat budaya berbagi serta meningkatkan semangat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.(dbs)