Puslitbang Kemenag Ri Bekerjasama KUA Senapelan Taja Sosialisasi PBM Kerukunan
Ringkasan:
PEKANBARU. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang-red) Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI “ Prof. Dr, Phil, H.M.Nur Kholis Setiawan, M.A†secara resmi membuka acara Sosialisasi PBM dan Pengembangan Wadah Kerukunan dengan Ketahanan Masyarakat L...
PEKANBARU. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang-red) Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI “ Prof. Dr, Phil, H.M.Nur Kholis Setiawan, M.A†secara resmi membuka acara Sosialisasi PBM dan Pengembangan Wadah Kerukunan dengan Ketahanan Masyarakat Lokal di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru di Hotel Furaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 72 Pekanbaru Riau pada hari Sabtu (10/11) Jam 16.30 WIB dihadapan 40 orang peserta sosialisasi yang berasal dari tokoh-tokoh agama yang ada di lingkungan Kecamatan Senapelan.
Dalam sambutanya Prof. Nurkholis menyampaikan beberapa latar belakang yang melatar belakangi kerukunan di Indonesia, ada pendapat yang mengatakan berdasarkan sejarah Indonesia pada awal dibangun dan lahir diatas konflik dan peperangan, hal ini dibuktikan dengan sejarah terdahulu baik di pulau Jawa telah terjadi peperangan antara Majapahit dengan kerajaan lain di Jawa, begitu juga dengan di Sumatera antara Kerajaan Siak dengan Kerajaan Gasib dan lain sebagainya, kemudian disatukan menjadi negara kesatuan.
Begitu juga dengan pendapat lain yang mengatakan, Indonesia dibangun diatas keragaman budaya yang berbeda yang bisa disatukan, dan pada dasarnya perbedaan itu adalah sesuatu yang indah kalau kita bisa memaknainya. PBM ini pada intinya merupakan amanat dari majelis-majelis agama nasional yang diwakili oleh tokoh-tokoh semua agama yang difasilitasi oleh pemerintah sebagai pengatur, oleh sebab itu marilah kita maknai bahwa perbedaan itu adalah sesuatu yang indah yang harus kita jaga dan kita pelihara dalam wadah kerukunan, demi menuju bangsa yang rukun, aman, nyaman dan sejahtera, papar Prof. Nurkholis dalam sambutannya.
Pada pembukaan tersebut juga dihadiri oleh Ka.Kanwil Kenenag Riau “Drs. H. Tarmizi M.A†dan Ka.Kankemenag Kota Pekanbaru “Drs. H. Edwar S Umar, M.Ag†yang didampingi oleh Kasubbag Tata Usaha “H. Dahlan, M.A†dan beberapa tokoh agama yang ada di Pekanbaru. Dalam sambutannya, Ka.Kanwil Kemenag Riau melaporkan kondisi masyarakat riau mulai dari pertumbuhan penduduk sampai potensi konflik keagamaan yang dianggap aman di wilayah Prov.Riau, namun Ka.Kanwil menyampaikan satu kata kunci yang harus diingat oleh seluruh umat beragama, ikuti aturan yang sudah ada, jika umat beragama mengikuti aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah berdasarkan amanat-amanat dari majelis-majelis agama sebagaimana yang tertuang dalam PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, maka kerukunan, ketentraman, kesejahteraan dan lain sebagainya akan bisa terwujud, yang sering terjadi pertikaian tersebut karena tidak mengikuti aturan yang ada, terutama dalam pendirian Rumah ibadah, kedepan marilah kita perhatikan dan patuhi aturan2 yang sudah disepakati secara bersana, agar kita betul-betul terhindar dari pertikaian dan konflik yang menyebabkan kesengsaraan berkepanjangan, pungkas Ka.Kanwil
Menurut ketua panitia dari Litbang pusat “ Drs. H. Haidlor Ali Ahmad, M.M†yang didampingi panitia daerah “M. Zen, M.Ag†Ka.KUA Kecamatan Senapelan disela acara kepada DINAMIS menyampaikan, acara ini dilaksanakan bertujuan untuk melakukan kajian-kajian tentang perlunya pengembangan wadah kerukunan umat beragama dan kearifan lokal di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru, adapun alasan dipilihnya Kec.Senapelan sebagai lokasi penelitian dan kajian tersebut sebelumnya melalui kajian-kajian khusus yang dilakukan oleh 2 orang peneliti senior kita yang sudah beberapa hari yang lalu telah kita turunkan ke Kec.Senapelan Kota Pekanbaru, dari bhasil penelitian tersebutlah maka Kec.Senapelah kita ambil sampel untuk melakukan kegiatan ini, imbuh ketua panitia.
Menanggapi hal itu, panitia daerah yang diwakili oleh M.Zen, mengucapkan terima kasih kepada Ka,Kankemenag Kota Pekanbaru dan Kapuslitbang Kehidupan Keagamaan RI yang telah memilih Kec, Senapelan sebagai sampel penelitian mereka, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa menambah pengetahuan seluruh peserta untuk bekal menjalankan tugas sebagai tokoh agama di Kec.Senapelan Kota Pekanbaru dalam rangka memupuk kerjasama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama dan antar umat beragama di Senapelan pada khususnya dan Kota Pekanbaru pada umumnya, Tutur M. Zen (Zakir)