Qurban Membunuh Sifat Kebinatangan
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Ibadah Qurban adalah satu ibadah yang sama tuanya dengan umur umat manusia, sebab Qabil dan Habil putra Nabi Adam, diperintahkan berqurban, namun sayang, hanya qurban Habil yang diterima, sedangkan qurban Qabil ditolak Allah SWT. Ibadah qurban berlanjut pada masa Nabi Ibrahim yan...
Rokan Hulu (Humas)- Ibadah Qurban adalah satu ibadah yang sama tuanya dengan umur umat manusia, sebab Qabil dan Habil putra Nabi Adam, diperintahkan berqurban, namun sayang, hanya qurban Habil yang diterima, sedangkan qurban Qabil ditolak Allah SWT. Ibadah qurban berlanjut pada masa Nabi Ibrahim yang hidup sekitar abad ke 18 SM.
Kakankemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Rabu (19/10) mengatakan, pada masa ini ada dua kutub pemikiran dalam hal korban yang berwujud manusia kepada sesembahan. Kutub pemikiran pertama, menyatakan bahwa manusialah yang paling pantas untuk dijadikan korban kepada sesembahan, sedangkan pada kutub pemikiran lain, menyatakan bahwa manusia terlalu mulia untuk dijadikan korban.
Perintah qurban, memberikan jalan keluar atas perbedaan dua kutub pemikiran tersebut. Allah swt memerintahkan Ibrahim menyembelih anaknya ismail, putra satu satunya, dan belahan jiwanya. Ini mengisyaratkan bahwa sekalipun anak yang jadi korban, kalau itu perintah Allah, maka harus dilakukan. Namun demikian, ketika pisau dihunjamkan di leher Ismail, Allah swt langsung menggantinya dengan seekor domba.
"Ini menunjukkan bahwa manusia terlalu mulia untuk dijadikan korban dan cukuplah seekor domba sebagai penggantinya. Uraian di atas, memberi isyarat kepada kita, bahwa yang harus dibunuh, disembelih dan dikorbankan itu bukanlah manusianya, tetapi adalah sifat sifat kebinatangan yang melekat pada diri manusia itu sendiri," ungkapnya.
Sesuai firman Allah : Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darahnya, akan tetapi yang sampai kepadaNya adalah ketaqwaannya (Al Hajj : 37). Semoga qurban yang akan kita laksanakan ke depan, dapat membunuh sifat sifat kebinatangan yang melekat pada diri manusia yang berqurban. (ash)