0 menit baca 0 %

Raker IPARI Riau 2025: Perkuat Sinergi Penyuluh dan Dorong Inovasi Dakwah

Ringkasan: Riau (Kemenag)- Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja (Raker) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025, Selasa (16/9/2025) di Winstar Hotel Pekanbaru. Kegiatan diikuti oleh 36 orang peserta, dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H.

Riau (Kemenag)- Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja (Raker) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025, Selasa (16/9/2025) di Winstar Hotel Pekanbaru.

Kegiatan diikuti oleh 36 orang peserta, dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi di damping Kabid Penaiszawa H Mas Jekki Amri. Dihadiri oleh Ketua Baznas Provinsi Riau, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Riau, Ketua IPARI Provinsi Riau dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan pentingnya peran penyuluh agama sebagai ujung tombak dakwah di tengah masyarakat. Menurutnya, Raker ini harus mampu menghasilkan program-program inovatif yang relevan dengan tantangan zaman.

“Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada umat. Raker ini diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi, dan menghadirkan program dakwah yang kreatif serta menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Muliardi.

Selain memperkuat dakwah, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi IPARI dengan Baznas dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Riau. Hal ini sejalan dengan program wakaf uang, yang kini didorong melalui nota kesepahaman (MoU) antara Kemenag, BWI, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait wakaf bagi calon pengantin (catin).

Sementara itu, Ketua Panitia H. Asrori dalam laporannya menyampaikan bahwa raker ini diikuti 38 peserta, terdiri dari pengurus IPARI provinsi serta perwakilan IPARI kabupaten/kota. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi program kerja sebelumnya, menyusun agenda 2026, serta memperkuat sinergi penyuluh agama di seluruh Riau.

Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain peningkatan kapasitas penyuluh, optimalisasi media dakwah digital, penguatan kelembagaan IPARI, serta pengembangan program moderasi beragama dan ekoteologi.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Riau, para mitra, dan seluruh peserta atas dukungan serta partisipasinya. Semoga raker ini menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kualitas dakwah di tengah masyarakat,” pungkas Asrori.

Rapat kerja IPARI Riau 2025 ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat kolaborasi, dan menyiapkan langkah strategis penyuluh agama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, inklusif, dan produktif. (*)