<!--[if !mso]>
<style>
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
</style>
<![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>
Bengkalis- Eny Gustinawati,
M.Pd., Penyuluh Agama Islam (PAI) Fungsional Kecamatan Bengkalis, hadir dalam
Rapat Kerja (Raker) Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI)
tingkat Provinsi Riau yang diselenggarakan pada Selasa dan Rabu, 28-29 Mei
2024, bertempat di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru.
Raker kali ini mengangkat tema strategis: "Perkuat Organisasi Profesi IPARI dengan Konsolidasi dan Kolaborasi untuk Mewujudkan Program Keumatan yang Bermartabat dan Moderat dalam Beragama." Acara ini dihadiri oleh para PAI dari seluruh kabupaten/kota di Riau.
Selain menjadi ajang pembahasan penguatan peran PAI dan peningkatan kualitas dakwah, Raker IPARI Riau juga menjadi momen penting dengan pengukuhan 40 orang pengurus IPARI yang baru. Penguatan struktur kepengurusan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi IPARI Riau untuk menjalankan program-program keumatan secara lebih efektif.
Dr.H.Muliardi,M.Pd. Plt Kakanwil Kemenag Provinsi Riau dalam sambutannya menekankan pentingnya peran PAI. "Penyuluh agama Islam adalah garda terdepan dalam dakwah dan syiar Islam," ujarnya. "Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kompetensi para PAI menjadi krusial untuk menjalankan tugas mulia ini dengan lebih baik."
Sepanjang Raker, para peserta disuguhi berbagai materi, mulai dari kebijakan Kementerian Agama RI terkait PAI, pembahasan peran dan fungsi IPARI, hingga strategi dakwah yang relevan di era digital.
Eny Gustinawati, M.Pd., merasa bersyukur atas kesempatan mengikuti Raker IPARI ini. "Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan saya tentang penyuluhan agama Islam," ungkapnya. "Selain itu, saya juga dapat menjalin komunikasi dan membangun kerjasama dengan para PAI dari daerah lain di Riau."
Eny berharap dapat mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya untuk kegiatan penyuluhan agama Islam di Kecamatan Bengkalis. "Saya ingin menjadi PAI yang profesional dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.