Raker Kanwil Kemenag Riau Diarahkan pada Program Spesifik
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Rapat kerja (Raker) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang berlangsung pada 16- 18 Juli 2012 di Hotel Ibis Pekanbaru merupakan momentum dan langkah strategis dalam mengimplementasikan renstra kementrian agama tahun 2010-2014.
Pekanbaru (Humas)- Rapat kerja (Raker) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau yang berlangsung pada 16- 18 Juli 2012 di Hotel Ibis Pekanbaru merupakan momentum dan langkah strategis dalam mengimplementasikan renstra kementrian agama tahun 2010-2014.
Dimana menutur Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Tarmizi MA, dalam sambutannya saat mebuka Raker, bahwa sasaran strategis rencana pembangunan di bidang agama di arahkan pada lima hal pokok dan menjadi tanggung jawab kementrian agama dengan seluruh jajaran nya yaitu peningkatan kualitas kehidupan beragama, peningkatan kerukunan umat beragama, peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagmaan, peningkatan kualiatas penyelenggaraan ibadah haji, dasn tercipt nya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbibawa.
berkaitan dengan hal di atas, maka Raker Kanwil Kemenag Riau pada tahun ini, kata Tarmizi, akan kita arahkan pada hal-hal yang lebih spesifik di antaranya adalah sebagai wahana untuk mengevaluasi terhadap penyelenggaran kegiatan tahun 2011 dan persiapan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan tahun 2012. Lebih khusus lagi rapat kerja tahun 2012 ini di harapkan mampu merumuskan secara rinci kebijakan tata kelola pemrintahan yang tertib , lancar dan akuntabel dengan meningkatkan kualitas laporan keuangan dan merumuskan kebijakan implementasi e-goverment pada tataran operasional di jajaran kantor wilayah kementrian agama provinsi riau . Kita menyadari bahwa hal-hal yang saya kemukakan ini merupakan masalah yang sangat rentan dan dibutuhkan kesungguhan kita untuk melakukan langkah antisipatif agar kemungkinan -kemungkinan bisa dapat kita tekan semaksimal mungkin.
Sesuai dengan tema raker kantor wilayah kementrian agama provinsi riau tahun 2012 yakni peningkatan kapasitas kelembagaan menuju opini WTP, menurut sebagian para ahli bahwa kinerja merupakan hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang di capai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan jepadanya . Okleh krena itu kinerja dan prestasi memilki korelasi yang signifikan dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan, denghan kata lain prestasi adalah sebua outcomes dari fungsi kerja selma priode tertentu. Perlu kita pahami bahwa kinerja sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor dominan di antaranya adalah faktor kepemimpinan,pengalaman, pendidikan dan pelatihan\, budaya kerja serta sistem kerja yang terstandar dengan baik. Harapan saya kepada kita semua peserta raker , mari kita jadikan tahun 2012 menjadi tahun ppeningkatan kinerja dan sekal;igus prestasi.
“Sangat relevan kiranya dengan fokus kegiatan raker kita saat ini, saya akan mengumumkan sebagian dari 4 kerangka (outline ) arahan menteri agama kepada pejabat eselon I dan II pada 30 april 2012 yakni pelaksanaan rogram dan anggaran tahun 2012, penajaman program pendidikan, persiapan penyelenggaran ibadah haji tahun 1433 H/2012 M dan penanganan isi-isu keagamaan,†tegasnya.
Dalam pelaksanaan program dan anggaran tahun 2012, hal-hal yang perlu kita pedomani di antaranya, telaah dan cermati kembali dipa 2012 dan kebijakan pemotongan anggaran, jangan mengorbankan target prioritas serta lakukan percepatan penyerapan anggaran dan yang tidak kalah penting hindari kesalahan pelaksanaan anggaran dan semua temuan itjen, bpk dan bpkb harus segera di tuntaskan.
“Untuk penajaman program pendidikan sebaiknya anggaran yang cukup besar di arahkan untuk mewujudjkan madrasah unggulan, dan setiap pontren mempunyai produk unggulan, dan setiap pontren mempunyai produk unggulan pada peningkatan mutu pendidikan secara sistematis dan terukur. Disisi lain, penyaluran dana BOS harus tepat sasaran, tepat waktu dan tetap jumlah,†ujar Tarmizi.
Selain itu, sertifikasi guru harus berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tidak boleh ada pemotongan serta pembangunan RKB dan rehab ditujukan untuk meperluas akses pendidikan oleh masyarakat. Peran guru pendidikan agama menjadi pengendali pendidikan moral dan karakter bangsa.
“Persiapan penyelengaraan ibadah haji diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan sosialisasikan keberhasilannya pada masyarakat. Perbaiki siskohat dan rekrutmen petugas haji yang memiliki kompetensi secara profesional serta tingkatkan tahapan peayanan dan kegiatan ibadah haji dari tanah air sampai tanah suci. Penanganan isu- isu keagamaan diarahkan kepada antisipasi dini munculnya isu yang mengganggu kerukunan dan kerjasama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terhadap paham atau aliran keagamaan yang meresahkan masyarakat, serta intensifkan gerakan masyarakat magrib mengaji,†pungkasnya. (mus)