0 menit baca 0 %

Rakor Baznas: Penguatan Zakat Sebelum, Selama dan Pasca Covid-19

Ringkasan: Riau (Inmas)- Salah satu program strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat maupun daerah adalah mengentaskan kemiskinan baik sebelum, selama dan pasca Covid-19 dengan tetap memegang prinsip tata kelola aman syari, aman regulasi dan aman NKRI.Hal tersebut tertuang pada Rapat Koordinasi Penge...

Riau (Inmas)- Salah satu program strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat maupun daerah adalah mengentaskan kemiskinan baik sebelum, selama dan pasca Covid-19 dengan tetap memegang prinsip tata kelola aman syari, aman regulasi dan aman NKRI.

Hal tersebut tertuang pada Rapat Koordinasi Pengelolaan Zakat Baznas Provinsi Riau yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Riau, Selasa (9/3/2021) yang menghadirkan pembicara Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Karo Kesra Provinsi Riau H Zulkifli Syukur S Ag MH, Wakil Ketua Baznas Pusat Mokhamad Mahdun SE MIDEc Ak, CPA, CWM, Sekjen Baznas Pusat  Drs H Jaja Jaelani MM dan Ketua Baznas Provinsi Riau Dr H Zaidul Amin MA. Peserta kegiatan merupakan Kakankemenag dan Ketua Baznas Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.

Mahyudin dalam sambutannya mengatakan, sinergitas yang kokoh dalam menggali potensi zakat di Riau akan meningkatkan jumlah zakat yang dihimpun dari waktu kewaktu. Hal tersebut terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah zakat yang terhimpun di Provinsi Riau karena ASN Kemenag maupun Pemerintah Provinsi Riau secara rutin telah menyalurkan zakatnya di Baznas Provinsi maupun Kabupaten/ Kota.

“Sinergi yang luar biasa antara Baznas, Kemenag dan Pemerintah Provinsi Riau, bahkan disetiap sesi obrolan di warung kopi bersama teman- teman di Kesra dan Baznas, pembangunan keagamaan khususnya zakat dan wakaf selalu menjadi topic menarik yang kita perbincangan. Bahkan, Gubernur Riau sendiri, sangat support dalam hal zakat dan wakaf, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan melalui zakat baik sebelum, selama dan pasca Covid-19 tetap dapat dijalankan secara bertahap” ungkap Mahyudin dan berharap sinergitas tersebut dapat terus berjalan agar potensi zakat Riau yang sangat besar bisa terhimpun maksimal.

Hal tersebut dipertegas oleh Zulkifli Syukur bahwa Pemerintah Provinsi Riau komitmen dalam mengembangkan zakat dan wakaf di Provinsi Riau, hal tersebut terbukti dengan keluarnya Instruksi tentang Pengelolaan Zakat.

“Pemerintah Provinsi Riau konsen dan intens agar zakat bisa terkumpul maksimal dalam rangka kesejahteraan umat. Gubri telah mengistruksikan pengumpulan zakat penghasilan ASN dan karyawan BUMD melalui Baznas," terangnya.

*Launching Gerakan Cinta Zakat

Mokhamad Mahdun yang ditemui usai acara menyebutkan, Baznas dalam meningkatkan peran penanggulangan kemiskinan dimasa pandemi Covid- 19 mendapatkan dukungan dari semua eleman, termasuk pengelolaan zakat bagi ASN dan pegawai BUMN/ BUMD.

“Presiden akan melaunching Gerakan Cinta Zakat pada Ramadhan mendatang, dengan harapan zakat dapat berkontribusi menihilkan atau menghilangkan kemiskinan umat muslim di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Ketua Baznas Riau, kutipan potensi zakat Baznas Riau pada tahun 2020 meningkat dari tahun- tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 kutipan zakat berkiasar diangka Rp4,7 M, pada tahun 2019 sebesar 9,1 M dan pada tahun 2020 mencapai Rp15,8 M. Sedangkan total kutipan Baznas se Riau mencapai Rp98 M pertahun.

“Kondisi pandemic Covid 19 sempat membuat kita pesimis akan terjadi penurusan zakat 10- 15 %, tapi ternyata diluar dugaan, pengumpulan zakat Baznas Riau tahun 2020 hampir mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tentu ini merupakan hasil kerja kerjas teman- teman di Baznas dan juga merupakan hasil sinergitas Kemenag dan Pemerintah Provinsi Riau,” ungkap Saidul Amin dan berharap pada tahun 2021 potensi zakat akan terus melejit sehingga pengentasan kemiskinan dapat terus dilakukan. (mus/ana/ipad/eka/anto)