Riau (Inmas)- Salah satu program
strategis Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat maupun daerah adalah
mengentaskan kemiskinan baik sebelum, selama dan pasca Covid-19 dengan tetap
memegang prinsip tata kelola aman syari, aman regulasi dan aman NKRI.
Hal tersebut tertuang pada Rapat Koordinasi Pengelolaan Zakat Baznas Provinsi Riau yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Riau, Selasa (9/3/2021) yang menghadirkan pembicara Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA, Karo Kesra Provinsi Riau H Zulkifli Syukur S Ag MH, Wakil Ketua Baznas Pusat Mokhamad Mahdun SE MIDEc Ak, CPA, CWM, Sekjen Baznas Pusat Drs H Jaja Jaelani MM dan Ketua Baznas Provinsi Riau Dr H Zaidul Amin MA. Peserta kegiatan merupakan Kakankemenag dan Ketua Baznas Kabupaten/ Kota se Provinsi Riau.
Mahyudin dalam sambutannya mengatakan, sinergitas yang kokoh dalam menggali potensi zakat di Riau akan meningkatkan jumlah zakat yang dihimpun dari waktu kewaktu. Hal tersebut terlihat dengan semakin meningkatnya jumlah zakat yang terhimpun di Provinsi Riau karena ASN Kemenag maupun Pemerintah Provinsi Riau secara rutin telah menyalurkan zakatnya di Baznas Provinsi maupun Kabupaten/ Kota.
“Sinergi yang luar biasa antara Baznas, Kemenag dan Pemerintah Provinsi Riau, bahkan disetiap sesi obrolan di warung kopi bersama teman- teman di Kesra dan Baznas, pembangunan keagamaan khususnya zakat dan wakaf selalu menjadi topic menarik yang kita perbincangan. Bahkan, Gubernur Riau sendiri, sangat support dalam hal zakat dan wakaf, sehingga upaya penanggulangan kemiskinan melalui zakat baik sebelum, selama dan pasca Covid-19 tetap dapat dijalankan secara bertahap” ungkap Mahyudin dan berharap sinergitas tersebut dapat terus berjalan agar potensi zakat Riau yang sangat besar bisa terhimpun maksimal.
Hal tersebut dipertegas oleh Zulkifli Syukur bahwa Pemerintah
Provinsi Riau komitmen dalam mengembangkan zakat dan wakaf di Provinsi Riau,
hal tersebut terbukti dengan keluarnya Instruksi tentang Pengelolaan Zakat.
“Pemerintah Provinsi Riau konsen dan intens agar zakat bisa
terkumpul maksimal dalam rangka kesejahteraan umat. Gubri telah mengistruksikan
pengumpulan zakat penghasilan ASN dan karyawan BUMD melalui Baznas,"
terangnya.
*Launching Gerakan
Cinta Zakat
Mokhamad Mahdun yang ditemui usai acara menyebutkan, Baznas dalam
meningkatkan peran penanggulangan kemiskinan dimasa pandemi Covid- 19 mendapatkan
dukungan dari semua eleman, termasuk pengelolaan zakat bagi ASN dan pegawai
BUMN/ BUMD.
“Presiden akan melaunching Gerakan Cinta Zakat pada Ramadhan
mendatang, dengan harapan zakat dapat berkontribusi menihilkan atau
menghilangkan kemiskinan umat muslim di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan
laporan Ketua Baznas Riau, kutipan potensi zakat Baznas Riau pada tahun 2020
meningkat dari tahun- tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 kutipan zakat berkiasar
diangka Rp4,7 M, pada tahun 2019 sebesar 9,1 M dan pada tahun 2020 mencapai
Rp15,8 M. Sedangkan total kutipan Baznas se Riau mencapai Rp98 M pertahun.
“Kondisi pandemic Covid 19 sempat
membuat kita pesimis akan terjadi penurusan zakat 10- 15 %, tapi ternyata diluar
dugaan, pengumpulan zakat Baznas Riau tahun 2020 hampir mencapai dua kali lipat
dibanding tahun sebelumnya. Tentu ini merupakan hasil kerja kerjas teman- teman
di Baznas dan juga merupakan hasil sinergitas Kemenag dan Pemerintah Provinsi
Riau,” ungkap Saidul Amin dan berharap pada tahun 2021 potensi zakat akan terus
melejit sehingga pengentasan kemiskinan dapat terus dilakukan. (mus/ana/ipad/eka/anto)