Bengkalis (Kemenag) - Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, H. Zulkarnain, S.Ag, memberikan pernyataan terkait rapat koordinasi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Bengkalis, Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini digelar di ruang kepala MAN 1 Bengkalis membahas pelatihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 September 2025 mengusung tema "Kurikulum Berbasis Cinta."
Dalam pernyataannya, H Zulkarnain, menekankan pentingnya pendekatan humanistik dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum di madrasah. Menurutnya, kurikulum yang berbasis cinta bukan sekadar pendekatan emosional, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan yang merupakan inti dari pendidikan karakter Islami.
"Guru adalah ujung tombak perubahan di madrasah. Ketika kurikulum didesain dengan cinta, maka proses belajar-mengajar tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga menyentuh hati siswa. Ini adalah langkah strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif KKM MAN 1 Bengkalis beserta seluruh Pengurus dan anggota yang memiliki ide menyelenggarakan program kegiatan secara aktif dan produktif. Menurutnya, kolaborasi antarguru seperti ini menjadi wadah penting dalam menyelaraskan visi pendidikan madrasah ke depan, terutama dalam menyongsong implementasi Kurikulum Merdeka.
Kepala MAN 1 Bengkalis selaku ketua KKM MAN 1 Bengkalis mengungkapkan bahwa sangat penting seorang guru terus melakukan inovasi dalam rangka menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
โKegiatan Kurikulum Berbasis Cinta rencananya akan diikuti oleh puluhan guru mata pelajaran dari berbagai madrasah yang tergabung dalam KKM MAN 1 Bengkalis. Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, Pelatihan KBC diharapkan mampu menjadi titik awal penguatan kurikulum yang lebih kontekstual dan menyentuh kebutuhan peserta didik masa kini.โ (Ical)