0 menit baca 0 %

Ramah dan Humoris Ramlan, S.Pd.I Sampaikan Materi “Bahas Cinta, Nafkah, dan Amanah dalam Rumah Tangga Islami”

Ringkasan: Bengkalis (Kemenag) - Mengisi sesi kedua dalam kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah di Aula Balai Penyuluhan KB Desa Kuala Alam, Ramlan, S.Pd.I tampil memikat dengan gaya khasnya yang ramah, penuh senyum, dan diselingi humor segar serta pantun yang membuat suasana menjadi hidup dan hangat  Kamis, 07...

Bengkalis (Kemenag) - Mengisi sesi kedua dalam kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah di Aula Balai Penyuluhan KB Desa Kuala Alam, Ramlan, S.Pd.I tampil memikat dengan gaya khasnya yang ramah, penuh senyum, dan diselingi humor segar serta pantun yang membuat suasana menjadi hidup dan hangat  Kamis, 07/08/2025.

Dengan topik “Cinta, Nafkah, dan Amanah: Pilar Rumah Tangga Islami”, Ramlan mengajak para peserta untuk kembali menata niat dan komitmen dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa cinta dalam pernikahan harus terus dirawat dengan komunikasi yang jujur, saling menghargai, serta memenuhi hak dan kewajiban satu sama lain.

“Cinta itu seperti tanaman, kalau tidak disiram dengan perhatian dan kasih sayang, lama-lama bisa layu,” ucapnya, disambut senyum para peserta.

Dalam materi tersebut, Ramlan juga menyoroti pentingnya keadilan dalam pembagian peran dan tanggung jawab dalam rumah tangga. Ia menegaskan bahwa pekerjaan rumah tangga bukan semata-mata tugas istri. Suami pun tidak hina jika membantu membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, dan melakukan pekerjaan domestik lainnya.

“Jangan saling tunggu-menunggu. Kalau lantai kotor, tak perlu nunggu istri pulang baru disapu. Kalau piring kotor, suami boleh kok cuci sendiri. Ini bukan soal derajat, tapi soal cinta dan amanah,” tegasnya dengan gaya santai tapi berbobot.

Ustadz Ramlan memang sudah dikenal luas sebagai “Ustadz Pantun” di kalangan masyarakat. Setiap ceramah dan penyuluhannya selalu dihiasi dengan pantun-pantun segar yang sarat makna. Gaya penyampaiannya yang ringan namun menyentuh, membuat siapa pun betah duduk berlama-lama mendengar nasihatnya. Tak heran, para peserta tak tampak bosan, justru terlihat antusias dan bersemangat selama sesi berlangsung.

Salah satu pantun jenaka khas Melayu Bengkalis yang dilontarkannya bahkan membuat peserta tertawa lepas, namun tetap sarat pesan moral:

"Menetek ae liyo nengok bini orang,
Menetek ae mato menengok bini awak."

Dengan pantun ini, Ustadz Ramlan menyelipkan pesan agar para suami tidak melirik ke luar rumah, tetapi belajar menghargai dan mencintai istri sendiri. Sambil tertawa, para peserta menyadari bahwa pesan rumah tangga kadang lebih mengena saat disampaikan dengan bahasa daerah yang dekat di hati. (EG)