0 menit baca 0 %

Rapat Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Pekanbaru Menyatukan Langkah, Menguatkan Dampak Dakwah di Masyarakat

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Rapat Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Pekanbaru digelar sebagai upaya strategis menyatukan langkah dan merumuskan program kerja yang berdampak nyata bagi umat. Kegiatan ini menegaskan komitmen penyuluh agama untuk menjawab tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap kehadira...

Pekanbaru (Kemenag). Rapat Kerja Penyuluh Agama Islam Kota Pekanbaru digelar sebagai upaya strategis menyatukan langkah dan merumuskan program kerja yang berdampak nyata bagi umat. Kegiatan ini menegaskan komitmen penyuluh agama untuk menjawab tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap kehadiran dakwah yang solutif, membumi, dan berkelanjutan.

Rapat kerja berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 08.30 12.00 WIB, bertempat di Aula MDI Pekanbaru. Acara ini diikuti oleh pengurus dan anggota Pokjaluh Kota Pekanbaru sebagai forum konsolidasi akhir tahun menuju pelaksanaan program di awal tahun 2026.

Ketua Panitia Raker, Ustadz Mukhlas Ade Putra, S.Ud, menjelaskan bahwa rapat kerja sengaja dilaksanakan di akhir tahun agar seluruh program yang dirumuskan dapat langsung dijalankan secara efektif pada awal tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat mempercepat kerja-kerja dakwah dan pelayanan umat.

Sementara itu, Ketua Pokjaluh Kota Pekanbaru, Ustadz Busihat Abdullah, S.Ag, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa harapan masyarakat terhadap penyuluh agama semakin tinggi. Oleh karena itu, setiap program kerja yang dirancang harus benar-benar berdampak, tidak hanya administratif, tetapi menyentuh kebutuhan riil umat.

Kegiatan Raker dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru, Drs. Syahrul Mauludi, MA. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi rapat kerja yang diselenggarakan oleh penyuluh agama sebagai organisasi profesi. Beliau menekankan pentingnya konsolidasi antara pengurus dan anggota Pokjaluh, serta perlunya menyusun program kerja yang realistis, mudah dilaksanakan, dan mampu memperkuat eksistensi penyuluh agama agar semakin dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Rapat kerja diawali dengan pembekalan materi tentang Pokjaluh yang disampaikan oleh Ketua IPARI Provinsi Riau, Bapak Masrizal, S.Ag, MH, sebagai penguatan arah gerak organisasi dan peran strategis penyuluh agama di tengah dinamika masyarakat.

Selanjutnya, rapat kerja dilaksanakan melalui sidang komisi-komisi, yaitu:

Komisi A: Bidang Organisasi dan Humas

Komisi B: Bidang Bahtsul Masail

Komisi C: Bidang Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan SDM

Komisi D: Bidang Pemberdayaan Perempuan

Komisi E: Bidang Seni Budaya (Tamadun)

Komisi F: Bidang Pengembangan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat

Seluruh komisi merumuskan program kerja dengan satu harapan besar, setiap langkah dakwah yang disusun mampu memberi dampak nyata bagi umat, memperkuat peran penyuluh agama Islam sebagai pendamping, pembimbing, dan penerang jalan di tengah kehidupan masyarakat. (YOY)