0 menit baca 0 %

Rapat Koordinasi Pemanfaatan Lahan MA Terantang untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

Ringkasan: Kampar (Kemenag) --- Dalam rangka membahas rencana pembangunan Koperasi Merah Putih, dilaksanakan rapat koordinasi pemakaian lahan Madrasah Aliyah (MA) Terantang, Senin (03/11/2025). Kegiatan berlangsung di lingkungan MA Terantang dalam suasana penuh musyawarah dan kebersamaan.Rapat ini dihadiri ole...

Kampar (Kemenag) --- Dalam rangka membahas rencana pembangunan Koperasi Merah Putih, dilaksanakan rapat koordinasi pemakaian lahan Madrasah Aliyah (MA) Terantang, Senin (03/11/2025). Kegiatan berlangsung di lingkungan MA Terantang dalam suasana penuh musyawarah dan kebersamaan.

Rapat ini dihadiri oleh Kepala Desa Terantang M. Yanis, Ketua Yayasan MA Terantang Muhammad Arkan, Ketua Koperasi Merah Putih Asmara Dewi, Kepala MA Terantang Sri Usman, serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Akbaru Usman selaku Kepala Dusun IV Terantang, niniok mamak Kenegerian Terantang, dan tokoh agama setempat.

Dalam pembahasannya, peserta rapat menyoroti rencana pemanfaatan lahan MA Terantang sebagai lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih, yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Ketua Yayasan MA Terantang, Muhammad Arkan, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut.

"Kami menyambut baik kehadiran koperasi ini karena selain membuka peluang usaha bagi warga, juga bisa menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan bagi siswa madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Asmara Dewi menegaskan bahwa koperasi akan dikelola secara transparan, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Kepala Desa Terantang M. Yanis turut memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.

 “Selama kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan sesuai ketentuan, pemerintah desa siap memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Kepala MA Terantang, Sri Usman, juga menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin antara yayasan, koperasi, dan pemerintah desa. Ia berharap keberadaan koperasi nantinya dapat menjadi contoh kolaborasi positif antara dunia pendidikan dan masyarakat.

Rapat ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan proses koordinasi teknis dan administrasi penggunaan lahan, dengan tetap memperhatikan masukan dari tokoh masyarakat, adat, dan agama.

Dengan terjalinnya kerja sama yang solid antara yayasan, pihak madrasah, pemerintah desa, dan koperasi, diharapkan Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Kenegerian Terantang sekaligus penopang kegiatan pendidikan di MA Terantang.

( Fatmi  )