0 menit baca 0 %

Rapat Persiapan MQK Warnai Semangat Hari Santri Nasional di Indragiri Hulu

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu menggelar rapat persiapan pelaksanaan Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) di Aula Mini Kemenag Indragiri Hulu pada Kamis (16/10/2025).

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu menggelar rapat persiapan pelaksanaan Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) di Aula Mini Kemenag Indragiri Hulu pada Kamis (16/10/2025). Rapat dipimpin oleh Plh Kepala Kantor Kementerian Agama Indragiri Hulu, Suparman, bersama Plt Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Rajuki Ridwan. Kegiatan ini diikuti oleh panitia dan dewan hakim yang akan bertugas dalam ajang MQK tingkat kabupaten tersebut.

Musabaqah Qiroatul Kutub menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Hari Santri Nasional karena tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca kitab kuning, tetapi juga sarana pembinaan intelektual dan spiritual bagi para santri. Melalui kegiatan ini, Kemenag Indragiri Hulu berupaya memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang melahirkan generasi santri berilmu, berakhlak, dan mandiri.

Suparman menegaskan bahwa MQK bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah pengembangan nilai religius dan kecintaan terhadap khazanah keilmuan Islam klasik. “Kegiatan MQK ini bukan hanya mengukur kecerdasan santri, tetapi juga meningkatkan nilai religiusitas dan memperkuat karakter keilmuan mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dan keadilan dalam penilaian.

“Kita semua diamanahkan untuk menjadi juri yang adil dalam MQK ini. Maka dari itu, netralitas sebagai dewan hakim adalah harga mati. Penilaian harus didasarkan pada kemampuan, bukan kedekatan,” tambahnya.

Sementara itu, Rajuki Ridwan menyampaikan bahwa kegiatan MQK diharapkan menjadi wadah memperkuat kemandirian pesantren di Indragiri Hulu.

“Melalui MQK, kita ingin santri lebih percaya diri dalam menampilkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat luas melalui peningkatan kualitas pendidikan pesantren. MQK menjadi simbol kebangkitan intelektual santri yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.

(Reski)