Ratusan Warga Hadiri Tablingh dan Zikir Akbar
Ringkasan:
Duri (Humas)- Hujan deras disertai rebut petir pada waktu magrib yang sempat mengupak dua ruang tenda tak menjadi penghalang ratusan warga RW 20 jalan tangal sari kelurahan air jamban ,Duri menghadiri acara tabling dan zikir akbar menyambut Ramadan 1432 H, Ahad (24/7) malam di halaman MDA Nurul Huda...
Duri (Humas)- Hujan deras disertai rebut petir pada waktu magrib yang sempat mengupak dua ruang tenda tak menjadi penghalang ratusan warga RW 20 jalan tangal sari kelurahan air jamban ,Duri menghadiri acara tabling dan zikir akbar menyambut Ramadan 1432 H, Ahad (24/7) malam di halaman MDA Nurul Huda.
Sekitar 500 warga tua muda lelaki dn perepuan tetap dating berjubel.cuaca dingin selepas hujan deras pada waktu magrip serta terpal dan tikar tempat duduk yang basah pun tak begitu mereka hiraukan. Dengan khidmat,ratusan warga yang hadir mengikuti acara itu dari pukul 21.00 WIB.
Duet ustad Ngatno Eko prawiro bersama H Abdul Cholik yang tampil bareng dalam tabligh akbar pun mampun membuat hadirin terkesima. Nasihat nasihat bernas tentang persiapan menyambut datingnya bulan suci Ramadan mereka dedah secara bergantian.malam itu,warga pun larut dalam zikir akbar yang dipandui ustad jihad Mursal SHI yang sengaja didatangkan dari Medan.
Tambligh dan zikir akbar yang dimotari tokah pemuda enerjikAbdul Haris dkk itu dharapkan menjadi momentum bagi kebangkitan kembali pemuda dan remaja setempat setelah lama vakum.ketua penitia,Mukhlis lubis S Ag menyabut esensi kegiatan ini,yakin ingin meyatukan kembali senganap masyarakat setempat yang sempat terkontak-kotak.
Sementara itu,ketua pemuda RW 20 Tegal sari,Yulfirdaus mengakui kalau selama ini pemuda dan remaja setampat lebih terpaku pada program olahraga.ke depan nya berharap,segenap pihak mendukung kiprah para remaja dalam bidang sosial keagamaan. Untuk itu dia minta kritik dan masukan disertai solusi dan konkret.
Ketua RW 20, Drs Raideni ikut tampil bicara malam itu. Dia menbedah tiga penyakit yang perlu dienyahkan masyarakat setempat. Masing-masing "kudis" (kurang disiplin), "kurap" (kurang rapi) dan kutil, (kurang teliti). "Ketiga penyakit itu disebabkan oleh "kuman" (kurang iman).
Acara yang diawali pembacaan kitab suci alquran oleh qriah setempat, Karlina itu turut diwarnai penampilan dai cilik binaan MDA Nurul Huda, Ghaiza Zahira Shafa. Meski berpidato tanpa konsep, Zahira mampu tampil atraktif dengan retorika dan nasehat bernas. Tepuk tangan pun membahana menyertai langkahnya saat Zahira turun dari pentas. (rp/mg)