Kuantan Singingi (Kemenag) – Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau berkolaborasi dengan Bimas Katolik, Bimas Kristen, serta Kantor Kemenag Kabupaten Kuantan Singingi menggelar kegiatan Pembinaan Dai/Daiyah serta Penyuluh Agama Islam, Kristen, dan Katolik, Kamis (25/9/2025) di Aula Kemenag Kuansing.
Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga Kerukunan Antar Umat Beragama dengan Penguatan Peran Dai dan Penyuluh Agama dalam Mencegah Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme Menuju Harmonisasi dan Toleransi Beragama.”
Acara dibuka langsung oleh Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Riau, H. Mas Jekki Amri, yang menekankan pentingnya sinergi antar pemuka agama agar memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun kedamaian, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi.
Menurutnya, penyuluh agama, khususnya penyuluh agama Islam, merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang memiliki peran strategis dalam merawat kerukunan.
“Mereka bukan hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga hadir sebagai pendamping masyarakat, peneduh di tengah perbedaan, sekaligus agen moderasi beragama yang dapat meredam potensi konflik,” ujarnya.
Turut hadir sejumlah pejabat, di antaranya Kasi Bimas Islam H. Bahrul Aswandi, serta Ketua Tim Pemberdayaan Wakaf H. Sobri.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber lintas agama yakni Pembimas Kristen Armin Antoni Silaban, Pembimas Katolik Alimasa Gea, dan Kabid Penaiszawa. Diskusi panel dipandu oleh Ketua Tim Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah, dan Hari Besar Islam H. Firdaus.
Para narasumber menegaskan bahwa peran dai dan penyuluh agama tidak hanya sebatas menyampaikan pesan keagamaan di ruang formal, tetapi juga harus hadir nyata di tengah masyarakat. Armin Antoni Silaban menambahkan bahwa penyuluh agama adalah perekat sosial sekaligus jembatan antarumat beragama.
“Penyuluh harus mampu menanamkan nilai persaudaraan sejati, sehingga perbedaan menjadi kekuatan yang saling melengkapi, bukan sumber perpecahan,” tegas Armen.
Melalui pembinaan lintas agama ini, Kanwil Kemenag Riau bersama Kemenag Kuansing berharap dapat memperkuat benteng bersama dalam mencegah intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sehingga tercipta harmonisasi dan toleransi beragama yang kokoh di bumi Kuantan Singingi.
Alimasa Gea menegaskan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada tataran forum saja.
“Kerukunan umat beragama harus diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Dengan semangat toleransi, kita bisa menghadirkan kehidupan beragama yang damai, teduh, dan saling menghargai,” pungkasnya.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas para dai dan penyuluh lintas agama, tetapi juga melahirkan duta-duta kerukunan yang mampu menebarkan nilai persaudaraan, mempererat persatuan, serta menjaga harmoni kehidupan beragama di Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau pada umumnya. (*)
Rawat Kerukunan, Kemenag Riau-Kuansing Perkuat Peran Dai dan Penyuluh Lintas Agama
Ringkasan:
Kuantan Singingi (Kemenag) Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau berkolaborasi dengan Bimas Katolik, Bimas Kristen, serta Kantor Kemenag Kabupaten Kuantan Singingi menggelar kegiatan Pembinaan Dai/Daiyah serta Penyuluh Agama Islam, Kristen, dan Katolik, Kamis (25/9/2025) di Aula K...