Kuansing (Kemenag) —Rayyan Arkan Dikha si bocah cilik togak Luan jalur " Tuah Koghi Dubalang Ghajo", desa Pintu Gobang Kari Kec. Kuantan Tengah Kab. Kuansing atau disebut dengan penari cilik di depan jalur fenomenal pada lomba Pacu Jalur dengan aksi “aura farming” yang viral dan mendunia.
Rayyan Arkan Dhika, bocah berusia 11 tahun, sekolah di SDN 013 Pintu Gobang Kari kelas 5, asal Desa Pintu Gobang Kari Kec. Kuantan Tengah Kab. Kuansing Provinsi Riau, menjadi viral global karena penampilannya saat berdansa di depan perahu Pacu Jalur, yang mendapat julukan “Aura Farming”—gerakan tenang dan penuh aura yang memikat perhatian warganet di seluruh dunia .
Dhika tampil memakai kacamata hitam dan pakaian tradisional Teluk Belanga, dengan gerakan yang merepresentasikan energi positif dan gaya percaya diri .
Aksi spontan Rayyan Arkan Dikha sebagai simbol budaya bukan hanya viral, Dhika juga memerankan Togak Luan—penari motivator di ujung perahu yang membawa semangat untuk para pendayung selama lomba.
Selama pertunjukan Pacu Jalur, gerakannya menyatu dengan tradisi lokal dan menarik perhatian global, diperagakan ulang oleh selebritas maupun atlet internasional .
Semenjak jadi viral dan mendunia , Dhika banyak mendapatkan Penghargaan Resmi baik dari pemerintah Daerah Kuansing, pemerintah Daerah provinsi Riau maupun dari presiden Prabowo dan juga dari artis-artis baik dalam maupun luar negeri.
Pemerintah Provinsi Riau menunjuk Rayyan Arkan Dhika sebagai Duta Pariwisata Riau sebagai bentuk apresiasi terhadap perannya mempromosikan budaya secara modern oleh Gubernur Riau, H. Abdul Wahid
Dikha juga menerima beasiswa pemerintah, sebagai penghormatan atas dampak positifnya terhadap pelestarian dan pengenalan budaya Nusantara ke dunia digital , juga oleh Gubernur Riau H. Abdul Wahid.
Bahkan tadi malam, Rabu, Rayyan Arkan Dikha, akan diumrahkan oleh Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby yang langsung menetapkan Travel yang akan membawa Dhika ke kota Makkah. Ungkap Bupati Kuansing.
Penampilan Istimewa di Istana Merdeka
Pada tanggal 17 Agustus 2025, Rayyan Arkan Dikha tampil memukau di peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, di Istana Merdeka Jakarta. Ia mengenakan busana tradisional hijau Melayu dan kacamata hitam, lalu menari “aura farming” di hadapan Presiden Prabowo Subianto, yang ikut bertepuk tangan dan ikut menari menirukan gerakan Dhika dan kawan-kawannya dan disambut meriah oleh hadirin. Bersama 9 orang temannya yang juga penari jalur atau togak Luan jalur kebesaran mereka masing-masing.
Penampilannya memberi semangat patriotik sekaligus mempertegas simbolisasi budaya yang hidup dan relevan di era modern .
“Aura Farming” adalah Gerak ringan, memesona, muncul secara spontan di depan perahu Pacu Jalur —melambangkan aura energi dan keseimbangan yang punya Peran Tradisional Togak Luan adalah —memberi semangat bagi pendayung dari ujung sampai ke pangkal jalur.
Selamat kepada Rayyan Arkan Dikha, pesan semua orang, jangan sombong, angkuh, tinggi hati berjalanlah hidup sesuai dengan yang sebelum menjadi viral dan mendunia. Karena semua itu Rahmat dan takdir dari Allah SWT. (Pri)