Bengkalis (Kemenag) –
Persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025 di
MTs Negeri 1 Bengkalis telah mencapai 100 persen Selasa, (26/08/2025). Sebanyak
lebih dari 15 unit laptop telah disiapkan oleh wakil kurikulum untuk menunjang
jalannya asesmen yang dilaksanakan satu kali dalam setahun.
MTsN 1 Bengkalis berkomitmen
penuh mendukung program pemerintah melalui pelaksanaan ANBK yang digadang mampu
memotret mutu pendidikan di Indonesia. Program ini diharapkan dapat
mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan sistem pembelajaran, serta menghadirkan
data akurat untuk perbaikan kualitas guru, proses belajar mengajar, dan iklim
pendidikan secara menyeluruh.
Bambang Supratman dan Ferry
Ardiansyah selaku proktor dan teknisi turut menjadi garda terdepan dalam
memastikan kelancaran pelaksanaan ANBK. Sejak gladi yang dilaksanakan pada 21
Agustus lalu, keduanya bekerja ekstra menyiapkan perangkat laptop hingga memastikan
jaringan berjalan optimal.
“Semoga ANBK tahun ini
berjalan dengan sempurna. Tahun ini kami sudah mengaplikasikan sistem daring
(Berbasis Internet), berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih semi
online dan lebih rumit karena harus menggunakan banyak kabel LAN,” ungkap
Bambang.
Sementara itu, Yusmanto
menegaskan bahwa siswa juga telah dipersiapkan secara matang, mulai dari tahap
sosialisasi hingga gladi. “Bekal pembelajaran yang diberikan di madrasah
diharapkan dapat membantu mereka dalam mengerjakan soal ANBK, baik objektif
(pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat) maupun
nonobjektif (uraian) yang mengukur literasi membaca, literasi numerasi, serta
survei karakter. Semoga anak-anak kita bisa melewati semua tahapan dengan
baik,” ujarnya.
Pelaksanaan ANBK di MTsN 1
Bengkalis dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2025 dengan melibatkan 50 siswa
sebagai peserta. “Kesiapan kita sudah 100 persen. Harapan saya, setiap lini
yang terlibat dapat fokus mendukung suksesnya kegiatan ini. Khusus untuk
anak-anak, jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan jangan bergadang untuk hal
yang tidak penting,” tutup Yusmanto penuh optimisme.