Realisasi Anggaran Kemenag Perlu Dipercepat
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Realisasi anggaran Kementerian Agama (Kemenag) perlu dipercepat. Karena menurut Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI, Drs H Praptono Zamzam M Sc, pada acara Sosialisasi Sistem Informasi Managemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) di Hotel Furaya Pekanbaru kemarin, s...
Pekanbaru (Humas)- Realisasi anggaran Kementerian Agama (Kemenag) perlu dipercepat. Karena menurut Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI, Drs H Praptono Zamzam M Sc, pada acara Sosialisasi Sistem Informasi Managemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) di Hotel Furaya Pekanbaru kemarin, secara nasional realisasi anggaran Kemenag per Juli 2010 baru berkisar 30 % dari total anggaran Rp30 Triliun.
"Berdasarkan data dari tahun- ketahun, realisasi anggaran di lingkungan Kemenag secara nasional termasuk Kemenag Provinsi Riau tidak pernah mencapai 100 persen. Pencapaian hanya mampu diangka 90 persen dari total anggaran yang dianggarkan," telas Praptono.
Seharusnya kata Praptono, realisasi anggaran tahun 2010 per bulan Juli minimal 36 persen dari total anggaran. Untuk mengejar ketertinggalan realisasi anggaran tersebut, maka Kemenag yang ada di Indonesia hendaknya lebih optimal dalam mengelola keuangan yang ada.
"Kita patut bersyukur karena dari 80 kementerian dan lembaga negara yang ada di Indonesia, Kemenag merupakan anggaran terbesar ke 4. Namun sayang realisasi dari anggaran besar tersebut belum bisa mencapai 100 persen atau 99 peren. Itu artinya, setiap tahun 10 persen dari anggaran Kemenag yang mengendap dan kembali ke kas negara," ungkapnya.
Proptono mengungkapkan, situasi tersebut dipengaruhi karena jumlah satker yang sangat besar dan heterogen, sehingga sulit terjangkau secara penuh, ditambah sarana dan prasarana yang belum memadai. Termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih belum mamadai.
"Salah satu upaya kita untuk meningkatkan realiasai anggaran sekaligus penertiban administrasi dan pengelolaan pengelolaan keuangan secara akuntabel adalah dengan melakukak sosialisasi SIMAK-BMN ke seluruh satker yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau," ujarnya. (msd)