Siak (Inmas) - Berlokasi di kampung Libo Jaya
Kec. Kandis, KUA Kandis melakukan penanaman pohon buah di beberapa tempat. Ini
adalah merupakan tindak lanjut dari program cantin (Calon Pengantin) Menanam,
pemberian sumbangan satu pohon buah oleh satu pasangan Calon Pengantin menjadi
hal yang memiliki nilai positif bagi keberlangsungan program tersebut.
Sumbangan ikhlas tanaman buah tersebut
memiliki makna filosofi bagi pasangan Calon Pengantin, secara tidak langsung
mereka berperan serta dalam mewujudkan lingkungan yang asri dan
terpelihara.
anaman yang di tanam langsung oleh pasangan
pengantin memberikan makna kehidupan bagi generasi yang akan datang. Selama
tanaman tersebut dapat tumbuh subur dan berbuah menjadi simbol dalam ikatan
perkawinan yang mereka jalankan.
Tanaman pohon buah tersebut Memberikan
manfaat dalam menyerap zat karbon yang mencemari udara, akar pohonnya menjadi
pelindung bagi tanah agar tidak terjadi erosi dan tempat berteduh bagi setiap
orang yang singgah, serta buah yang bisa dinikmati dan menyehatkan nantinya.
Menurut Mhd Abduh, S. Ag selaku Penghulu KUA
Kec. Kandis, "tanaman buah ini kita berikan dan kita tanam ke masyarakat
sebagai kontribusi KUA Kandis sekaligus mengedukasi bahwa menjaga dan
melestarikan lingkungan dengan banyak menanam dilahan yang kosong adalah suatu
hal yang sangat penting untuk dilakukan".
Kepala KUA Harman, S. Ag, juga mengatakan
bahwa " Program Cantin menanam memiliki makna dalam meningkatkan dan
menjaga perekonomian serta ketahanan pangan dalam masyarakat".
"Terlihat sederhana tapi perlahan akan
membawa dampak yang positif dimasa mendatang". Ucapnya lagi.
Dengan adanya program ini sampai ke
masyarakat adalah bukti keseriusan KUA Kec. Kandis untuk tetap peduli kepada
masyarakat sebagai institusi Pemerintah yang melayani berbagai hal positif
ditengah-tengah umat. Berbagai persoalan akan menadapati jalan keluar yang
baik.
Siapapun mampu untuk mewujudkan masyarakat
yang peduli terhadap diri dan lingkungannya. Berfikir untuk generasi yang akan
datang menjadi hal yang mungkin sebahagian orang sulit melakukannya akan tetapi
apapun yang kita lakukan hari ini menjadi tolok ukur baik atau tidaknya dimasa
yang akan datang. (AS)