0 menit baca 0 %

Refleksi Pengabdian ASN Siap Bertugas Menjadi Teladan

Ringkasan: Riau (Kemenag) Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengikuti apel pagi yang digelar di halaman kantor setempat, Senin (15/12/2025). Apel dipimpin oleh Pembina Apel, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Riau, Mustakim.Dalam amanatnya, Mustakim menekankan pentin...

Riau (Kemenag) – Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengikuti apel pagi yang digelar di halaman kantor setempat, Senin (15/12/2025). Apel dipimpin oleh Pembina Apel, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Riau, Mustakim.

Dalam amanatnya, Mustakim menekankan pentingnya pemahaman dan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai ASN. Ia mengingatkan bahwa pengabdian sebagai ASN, khususnya di Kementerian Agama, merupakan sebuah proses yang tidak terpisahkan dari dinamika waktu, meskipun setiap individu memiliki keterbatasan masa kerja.

Amanat tersebut dihubungkan dengan moto Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang menjadi landasan etika dan sikap kerja ASN. Menurutnya, ASN dituntut mampu menjadi teladan, membangun semangat di lingkungan kerja, serta memberikan dorongan dan penguatan dalam setiap peran dan tanggung jawab yang diemban.

Mustakim juga mengingatkan bahwa waktu merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Sepintar dan sekuat apa pun seseorang, pada akhirnya akan tiba masa purna tugas. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan setiap peluang, sekecil apa pun, dengan melakukan hal-hal terbaik dalam pengabdian. Ia menegaskan agar tidak menunda kebaikan dan tanggung jawab, karena hari esok merupakan rahasia semesta.

Pada bagian akhir amanat, Mustakim menyampaikan renungan terkait berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, khususnya pada bulan Desember dan Januari. Ia menegaskan bahwa insan Kementerian Agama memiliki empati dan duka yang sama atas peristiwa tersebut. Dukungan dapat diberikan melalui penguatan spiritual dan psikologis, baik di tempat-tempat ibadah maupun di lingkungan masing-masing.

Ia menutup amanat dengan mengajak seluruh ASN untuk terus berdoa bagi para korban dan daerah terdampak musibah. Menurutnya, doa merupakan kunci yang sederhana, namun memiliki kekuatan besar, karena alam memiliki reaksi tertentu terhadap doa-doa yang dipanjatkan dengan tulus. #