Riau (Inmas)- Menindaklanjuti rencana rehabilitasi 20 Madrasah di Provinsi
Riau oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Balai PUPR Provinsi Riau melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Riau.
Kunjungan audiensi Kepala Balai PUPR Riau, Ir Ikhwanul Ikhsan beserta tim,
Rabu (3/3/3021) di ruang tamu Kakanwil Kemenag Riau, diterima langsung oleh
Kakanwil Kemenag Riau Dr H Mahyudin MA didampingi Kabid Penddikan Madrasah Drs
H Asmuni MA dan Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Drs H Fairus MA, dan beberapa orang kasi.
Rehabilitasi 20 Madrasah Negeri di Riau tersebut sesuai dengan Instruksi
Presiden Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi
Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, dan
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, serta menindak lanjuti hasil Rapat
Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Rehabilitas/ Renovasi Madrasah dan PTKIN
terkait data usulan Rehab Berat dan KDP Madrasah MIN, MTsN dan MAN, Perguruan Tinggi
Keagamaan Islam Negeri UIN dan IAIN.
“Ada 20 madrasah di Riau yang masuk dalam daftar usulan rehabilitasi baik
MIN, MTsN maupun MAN di Riau dengan anggaran mengacu pada pasil perencanaan yang diperuntukkan untuk peningkatan
sosial ekonomi wilayah di masing- masing madrasah. Untuk itu, kedatangan kami
untuk mengkoordinasikan data valid madrasah yang ada di daftar usulan dan sudah harus ter upload di emis agar proses rehabilitasi bisa ditindak lanjuti,” jelasnya.
Berdasarkan
informasi sebelumnya, Menteri PUPR menyebutkan, rehabilitasi fasilitas
pendidikan merupakan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Kementerian PUPR
untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi 10.453 sekolah, 1000 madrasah,
dan lanjutan Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) 41 PTN serta KDP 8 Perguruan
Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah,
dari program tesebut khusus madrasah di Riau mendapatkan bantuan
rehabilitas sebanyak 20 unit, tentu ini sangat kita dukung dalam rangka mendukung peningkatan
kualitas sumber daya manusia, generasi mendatang harus lebih hebat karena fasilitasnya lebih baik,” ungkap Mahyudin yang akan mendukung program
tersebut dengan dukungan data yang valid. (ana/mus/eka/anto)