Kamenag (Kuansing)Singingi Hilir, 7 Agustus 2025 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan keagamaan inklusif melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan berkelanjutan kepada remaja berkebutuhan khusus.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025, di rumah kediaman Putra, seorang remaja berkebutuhan khusus yang tinggal di Desa Koto Baru, Kecamatan Singingi Hilir. Putra (23 tahun) merupakan anak dari pasangan Delta Indra dan Ibu Risita, yang juga merupakan guru di SMAN 1 Singingi Hilir.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari Program Berantas Buta Aksara Al-Qur’an, yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Singingi Hilir, Mahyu Budiman, S.Pd.I. Program ini sudah berjalan selama tiga bulan, dengan fokus kepada remaja berkebutuhan khusus seperti Putra.
"Ibu Risita menyampaikan bahwa Putra memiliki konsentrasi belajar yang rendah, hanya sekitar 10 menit. Ia juga sulit fokus dan harus ditenangkan terlebih dahulu sebelum mulai belajar. Selama ini sangat sulit mencari guru ngaji yang bersedia datang ke rumah, dan sabar dalam mendampingi anak saya. Kehadiran PAI dari KUA sangat membantu kami," tutur Ibu Risita.
Menurut Mahyu Budiman, program ini dimulai dari Iqro 2, dan kini Putra sudah mencapai Iqro 4. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas kemajuan yang dicapai Putra dalam belajar mengaji. “Alhamdulillah, ada perkembangan yang signifikan. Semoga bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Kepala KUA Singingi Hilir, Zulfikar Ali, turut memberikan apresiasi atas kontribusi nyata dari penyuluh agama yang telah membantu memberantas buta aksara Al-Qur’an, khususnya kepada remaja dengan keterbatasan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.(MB)