0 menit baca 0 %

Resepsi Puncak Haflah Akhirussanah ke-11 Pondok Pesantren Riyadus Sholihin

Ringkasan: Siak (Kemenag) - Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dengan bangga menggelar Haflah Akhirus Sanah ke-11 dan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik pada Sabtu (22/02/2025). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan akademik (diniyah) dan spiritual yang telah dilaksanakan sepanjang tahun oleh para s...

Siak (Kemenag) - Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dengan bangga menggelar Haflah Akhirus Sanah ke-11 dan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik pada Sabtu (22/02/2025). Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan akademik (diniyah) dan spiritual yang telah dilaksanakan sepanjang tahun oleh para santri. Selain wali santri dan masyarakat sekitar, acara juga dihadiri oleh pimpinan pesantren sekabupaten Siak, Jajaran Upika Kecamatan, dan Kepolisian. Tampak hadir juga dalam acara tersebut, Pengawas Madrasah, Sakdiyah, S.Pd, M.M mewakili Kakan. Kemenag Kab. Siak.

Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik menjadi sorotan utama dalam perayaan ini. Kitab tersebut dikenal sebagai salah satu rujukan utama dalam pembelajaran tata bahasa Arab di kalangan pesantren. Menghafal dan memahami 1002 bait dalam kitab ini bukanlah tugas yang mudah. Namun tahun ini, ada tujuh belas santri yang berhasil menyelesaikannya dengan tekun dan dedikasi tinggi. Pencapaian ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka terhadap bahasa Arab dan ilmu keislaman secara keseluruhan.

Acara diawali dengan penampilan lalaran Tasrif, Imriti, Gambus dan Story Telling KH. Hasyim As’ari sambil menunggu para masyayih dan tamu undangan hadir.  Kemudian MC mulai membuka acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an serta sambutan dari Ketua Panitia, M. Daroji, S.H, Kepala Madrasah Diniyah Riyadus Sholihin. “Haflah tahun ini mengambil tema Sederhana dalam Hidup, Kaya dalam Ilmu dan Akhlak”, tegasnya.

Acara dilanjutkan dengan penampilan opening dari santri multimedia dan sanggar seni Riyadus Sholihin. Opening ini menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh para jama’ah dan santri. Pasalnya, opening ini diisi dengan pertunjukan lighting yang menyilaukan, audio yang menggelegar dan tampilan visual pada videotrone yang membuat semua penonton terpana. Setelah itu diisi dengan penampilan tari kolosal lima budaya, sebagai simbol toleransi dan penghargaan terhadap budaya lokal. Kemudian, pertunjukan ini ditutup dengan film pendek karya santri multimedia yang berisi internalisasi tema haflah ke sebelas pondok pesantren Riyadus Sholihin.

Prosesi puncak khataman ditandai dengan pembacaan bersama bait-bait Alfiyah oleh para santri yang telah menyelesaikan hafalan, kemudian uji kompetensi yang disaksikan oleh para kyai, tamu undangan, ustadz, wali santri, dan seluruh jama’ah. Kebanyakan santri yang khataman ini adalah santri yang pendidikan Madrasah Aliyah formalnya sudah selesai, namun mereka tetap bertahan dan ngabdi di pondok, untuk terus mengaji dan mengkhatamkan Kitab Alfiyah ini. “Menurut saya, ini sudah merupakan ujian tersendiri bagi mereka, mereka sudah terseleksi secara alamiah, karena tidak banyak remaja seusia mereka yang masih mau mengaji dan mendalami kitab kuning serta berdomisili di pondok dengan segala keterbatasan akses yang mereka miliki”, ujar Ustadz Jazuli, Pengampu Kitab Alfiyah ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, K.H. M. Thoyib Firdaus, S.H, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para santri atas usaha dan kerja keras mereka. Beliau juga menekankan pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan berharap agar para santri terus semangat dalam menuntut ilmu. Selain prosesi khataman, acara ini juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Sayid Alwi, dari Jawa Barat. Dan ditutup dengan doa oleh KH. M. Abdullah Kusman.

Perayaan Haflah Akhirus Sanah dan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik ini tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan pencapaian akademik para santri, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi antara pondok pesantren dengan masyarakat luas, serta memperkuat komitmen bersama dalam mendidik generasi penerus yang berilmu dan berakhlak mulia. (Rois/NA)