Kuansing (Kemenag)โ Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya, Rindra Febrian, S. Fil. I., M.H., memandu pembacaan doa pada acara Dialog Pembahasan Isu Aktual dalam rangka menjaga harmonisasi kehidupan umat beragama di Desa Geringging Baru, Rabu 17 September 2025.
Acara tersebut menghadirkan Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muhammad Fakhri, M.Ag., yang tampil sebagai narasumber utama. Beliau didampingi oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Bahrul Aswandi, M.H., beserta staf Bimas Islam.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Kepala Desa, perangkat Desa beserta BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, penyuluh agama Islam, hingga tokoh pemuda Desa Geringging Baru. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperkuat kerukunan umat beragama di tengah dinamika sosial yang berkembang.
Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Fakhri, M.Ag. menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai antarumat beragama. Ia menuturkan bahwa isu-isu aktual yang berkembang di tengah masyarakat perlu ditanggapi dengan bijak, sehingga tidak menimbulkan gesekan yang dapat merusak tatanan sosial.
โKerukunan umat beragama adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Oleh karena itu, dialog lintas agama dan lintas generasi sangat dibutuhkan, agar kita mampu merespons berbagai persoalan secara arif,โ ujar Dr. Fakhri.
Sementara itu, doa yang dipandu oleh Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian, menjadi penutup penuh khidmat dalam kegiatan tersebut. Doa dipanjatkan agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, keberkahan, dan kekuatan kepada seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan serta keharmonisan kehidupan beragama di Kecamatan Sentajo Raya khususnya, dan Kabupaten Kuantan Singingi pada umumnya.
Tokoh masyarakat Desa Geringging Baru menyambut baik terselenggaranya acara ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan.
Dengan berlangsungnya dialog ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin memahami pentingnya hidup rukun dan damai, serta dapat bersama-sama menjaga persatuan bangsa dalam bingkai kebhinekaan.(RDW)