0 menit baca 0 %

Rini Kurniati, S.Pd.I Lanjutkan Rutinitas Kamis Malam dengan Tema Tata Cara Memandikan Jenazah yang Benar

Ringkasan: Kuansing (Kemenag), 14 Agustus 2025 Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik, Rini Kurniati, S.Pd.I, kembali melanjutkan rutinitas kegiatan pembinaan keagamaan pada Kamis malam di Masjid Nurul Ulya, Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah "...

 Kuansing (Kemenag), 14 Agustus 2025 – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kuantan Mudik, Rini Kurniati, S.Pd.I, kembali melanjutkan rutinitas kegiatan pembinaan keagamaan pada Kamis malam di Masjid Nurul Ulya, Desa Banjar Padang, Kecamatan Kuantan Mudik. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah "Tata Cara Memandikan Jenazah yang Benar" sesuai tuntunan syariat Islam.

Kegiatan dimulai setelah salat Isya berjamaah. Para jamaah, khususnya ibu-ibu, berkumpul di ruang utama masjid dengan duduk melingkar di atas hamparan karpet merah. Masing-masing memegang lembaran materi yang telah disiapkan oleh pemateri. Suasana malam itu terasa hangat dan penuh kekhusyukan, meskipun pembahasan yang diangkat adalah mengenai kematian — sebuah topik yang sering dihindari, tetapi sesungguhnya sangat penting untuk dipelajari.

Dalam penyampaiannya, Rini Kurniati memaparkan bahwa memandikan jenazah adalah fardu kifayah bagi umat Islam. Artinya, jika sudah ada sebagian orang yang melaksanakannya, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, jika tidak ada seorang pun yang melaksanakan, maka semua orang di sekitarnya menanggung dosa. Oleh karena itu, memahami tata cara yang benar menjadi kewajiban bersama agar setiap Muslim siap menjalankan amanah tersebut.

Beliau menjelaskan langkah-langkah secara runtut, mulai dari niat memandikan jenazah, menjaga aurat jenazah, menyiapkan air dan perlengkapan seperti sabun, kain penutup, sarung tangan, hingga tata cara menyiram dan membersihkan tubuh jenazah. Rini juga menekankan pentingnya kelembutan, rasa hormat, dan menjaga kehormatan jenazah sepanjang proses.

Tidak hanya teori, Rini juga memberikan penjelasan praktis melalui simulasi sederhana. Ia memperlihatkan cara membasuh tubuh jenazah dari bagian kanan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan ke bagian kiri, hingga pembilasan terakhir yang disertai doa. Peserta diberikan kesempatan untuk mencatat, mengajukan pertanyaan, bahkan berbagi pengalaman pribadi ketika pernah terlibat dalam memandikan jenazah keluarga atau tetangga.

Salah satu peserta, Ibu Marni, mengaku sangat terbantu dengan penyuluhan ini. “Selama ini saya hanya ikut membantu seadanya, tapi belum benar-benar paham urutannya. Dengan penjelasan Bu Rini, insya Allah saya jadi lebih yakin dan siap membantu jika dibutuhkan,” ujarnya sambil tersenyum.

Rini Kurniati menutup sesi penyuluhan dengan pesan moral bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Maka, selain mempersiapkan diri secara rohani untuk menghadap Allah, kita juga perlu menyiapkan diri dalam membantu sesama yang wafat dengan tata cara yang mulia dan sesuai ajaran agama. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ladang amal yang pahalanya terus mengalir.

Rutinitas Kamis malam di Masjid Nurul Ulya ini telah berlangsung secara konsisten selama beberapa bulan terakhir, dengan materi yang berganti setiap pekan. Kehadiran penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman agama masyarakat, membangun kekompakan antarwarga, dan menghidupkan kembali semangat belajar di lingkungan masjid.(RK)