0 menit baca 0 %

Rohul Tampilkan Jubah Putih dan Slogan Tiada Hari Tanpa Baca Alquran

Ringkasan: RENGAT (HUMAS). Kafilah Rokan Hulu, menampilkan pakaian jubah putih dan mobil hias bergambar Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengaraayan, dengan slogan Tiada Hari Tanpa Baca Alquran, pada Pawai Taaruf Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran XXX Tingkat Provinsi Riau, Sabtu (26/11) di Rengat Kabupaten...
RENGAT (HUMAS). Kafilah Rokan Hulu, menampilkan pakaian jubah putih dan mobil hias bergambar Masjid Agung Islamic Centre Pasir Pengaraayan, dengan slogan Tiada Hari Tanpa Baca Alquran, pada Pawai Taaruf Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran XXX Tingkat Provinsi Riau, Sabtu (26/11) di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. MTQ akan berlangsung hingga 3 Desember 2011. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA kepada wartawan melalui telpon selulernya, Sabtu (26/11) di Rengat Inhu. Dikatakannya, Pawai Taaruf tersebut berjalan sangat meriah, sekalipun waktunya molor dari jadwal yang ditetapkan. Pawai Taaruf semula dijadwalkan pukul 10.00 Wib, namun karena sesuatu dan lain hal maka diundur menjadi pukul 14.00 Wib. Namun itupun molor 1,5 jam. Akibatnya, pawai belum tuntas, namun acara terpaksa diakhiri. Pawai Taaruf ini boleh dikata sebagai pawai taaruf MTQ Tingkat Provinsi Riau paling ramai sepanjang sejarah. Hebatnya lagi, ada beberapa Kepala Daerah/Bupati/Walikota/Wakil Bupati/Wakil Walikota yang mengikuti langsung pawai taaruf, jelas Ahmad. Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, kafilah Rohul menampilkan 631 orang peserta pawai, terdiri dari para pejabat eselon II, III, IV, Staf, para tokoh adat dari LAMR Rohul, tokoh agama, Marching Band dengan kekuatan penuh 180 orang, anak-anak sekolah, dan unsur masyarakat lainnya. Pawai Taaruf tahun ini, menampilkan mobil hias dan orang mengaji dengan motto, tiada hari tanpa baca Alquran, adalah dimaksudkan tekad pemerintah Rohul untuk mendekatkan masayarakat pada Alquran. Perlu disadari bahwa saat ini, banyak diantara umat Islam Rohul, terlebih-lebih generasi mudanya, yang tidak pandai baca tulis Alquran, ujar Ahmad. Menurutnya, untuk mengatasi masalah ini, diperlukan satu gerakan masyarakat secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, untuk mendekatkan kembali umat Islam kepada Kitab Sucinya. Jika ini tidak dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan, anak anak muda selaku generasi muda harapan bangsa, kedepan tidak mengenal Alquran. Padahal Alquran adalah pedoman hidup dalam kehidupannya, tegas Ahmad Supardi Hasibuan. Perlu diketahui, maraknya penyakit masyarakat, berupa merebaknya kasus narkoba, prostitusi yang merajalela, beredarnya togel dan perjudian, tersebarnya kafe-kafe malam dengan wanita penghiburnya, pergaulan bebas antar remaja, hilangnya nilai-nilai keislaman, dan lain sebagainya, adalah disebabkan jauhnya umat dari Alquran, terangnya. (Ash).