Rp23,5 Juta Untuk Pembangunan Keagamaan Budha di Selat Panjang
Ringkasan:
Selat Panjang (Humas)- Pertemuan dan Dialog antar umat beragama (17/03) yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Yayasan Sosial Umat Beragama Buddha dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, Kepala Sekolah Patria Dharma, Kepala MAN Selat Panjang, Kepala MTsN Selat Panjang, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Prov.
Selat Panjang (Humas)- Pertemuan dan Dialog antar umat beragama (17/03) yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Yayasan Sosial Umat Beragama Buddha dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, Kepala Sekolah Patria Dharma, Kepala MAN Selat Panjang, Kepala MTsN Selat Panjang, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Prov. Riau, dan peserta dialog dari berbagai agama.
Fokus pada Pertemuan dan Dialog antar umat beragama ini adalah pembicaraan mengenai perkembangan pendidikan yang ada di Selat Panjang. Sebagaimana yang kita ketahui Selat Panjang yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah yang memiliki warga dari berbagai etnis terutama etnis keturunan Tionghoa dan etnis Melayu sehingga agama mayoritas adalah Agama Islam dan Agama Buddha.
Yayasan Sosial Umat Beragama merupakan salah satu yayasan yang anggota kepengurusannya terdiri dari berbagai agama dalam hal ini Ketua Yayasan merupakan seorang muslim yaitu Bapak Kasman. "Yayasan ini terbentuk karena kepedulian kami akan kerukunan antar umat beragama yang harus dijaga di Selat Panjang ini dan dalam kehidupan sosial bermasyarakat pun antara umat Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghuchu saling berinteraksi satu sama lain baik itu dari segi perekonomian, pendidikan, pernikahan, keamanan, dan lain-lainnya. Maka sangat penting yayasan ini dilengkapi anggota dari berbagai agama yang ada agar dapat melayani seluruh lapisan masyarakat," ujar Kasman pada sambutan pembuka.
Seperti halnya yang terjadi pada Sekolah Patria Dharma yang merupakan sekolah pendidikan umum berbasis Agama Buddha akan tetapi mereka juga menerima siswa yang memiliki agama selain Agama Buddha. Hal ini dikarenakan sekolah ini lebih mengutamakan pendidikan umumnya sedangkan untuk pendidikan agamanya mereka sudah memiliki guru agama dari masing-masing agama, bahkan guru-guru yang mengajar pun berasal dari agama yang berbeda-beda.
Kakanwil Kemenag Prov. Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH, MM sebagai pembicara utama memaparkan bahwa pendidikan yang baik itu adalah pendidikan yang berlandaskan agama karena dengan agama bisa melahirkan semangat untuk hidup lebih baik dan maju. Kakanwil sangat antusias menghadiri Pertemuan dan Dialog Antar Umat Beragama ini karena kegiatan ini baru pertama kali diselenggarakan di Selat Panjang. Pada kegiatan ini pun Kakanwil mengambil kesempatan untuk menyerahkan bantuan bagi Umat Buddha di Selat Panjang yang berasal dari DIPA Bimas Buddha.
Bantuan ini sekiranya dapat memajukan kehidupan umat beragama dan bukti perhatian pemerintah terutama Kanwil Kemenag Prov. Riau terhadap pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama agar semua masyarakat dapat saling bahu membahu membangun daerahnya lebih maju. (nvm)
Bantuan tersebut adalah:
1. Sekolah Berciri Budhis (SMP Patria Dharma) sebesar Rp. 10.000.000,-
2. Bantuan Untuk KKB sebesar Rp. 8.000.000,-
3. Bantuan Perawatan Rumah Ibadah sebesar Rp. 4.500.000,-
4. Bantuan kepada 3 orang Penjaga Vihara (Biokong) masing-masing
mendapatkan Rp. 1.000.000,- (*)