Bantan Tengah (Kemenag) – Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Al-Ulya Desa Bantan Tengah pada Jumat (26 September 2025) berlangsung khidmat. Bertindak sebagai khatib, Muhammad Khairul Fiqri, M.Pd, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan, menyampaikan khutbah dengan tema Hakikat Kehidupan dan Kematian.
Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan jamaah bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185: “Kullu nafsin dz?iqatul maut, wa innam? tuwaffauna uj?rakum yaumal qiy?mah...” yang artinya, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, dan pada hari kiamat setiap manusia akan memperoleh balasan yang sempurna atas amal perbuatannya.
Menurutnya, kehidupan dunia tidak lebih dari sekadar persinggahan sementara. “Dunia hanyalah ladang untuk menanam amal, sementara akhirat adalah tempat menuai hasilnya. Karena itu, kita harus memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk memperbanyak amal kebaikan,” ungkapnya.
Muhammad Khairul Fiqri juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW selalu mengingatkan umat agar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beribadah, berbuat baik kepada sesama, dan menjaga ukhuwah. Beliau menekankan pentingnya shalat sebagai tiang agama, zikir sebagai penguat hati, sedekah sebagai penyuci harta, dan silaturahmi sebagai perekat hubungan antar sesama.
“Hidup ini singkat, jangan sampai kita terlena oleh kesenangan dunia. Kesibukan dunia seringkali membuat kita lupa tujuan utama, yaitu mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Maka mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan sebelum ajal menjemput,” pesan khatib dalam khutbahnya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan agar jamaah senantiasa menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan keimanan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ujian dan kesulitan yang dihadapi di dunia adalah bagian dari cara Allah SWT untuk meninggikan derajat hamba-Nya yang sabar.
Khutbah Jumat yang disampaikan Muhammad Khairul Fiqri, M.Pd diakhiri dengan doa bersama. Beliau memohon agar Allah SWT memberikan kekuatan iman, kesehatan, umur yang berkah, serta kemampuan untuk istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan khutbah tersebut, jamaah Masjid Al-Ulya Desa Bantan Tengah diharapkan semakin menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Bekal terbaik untuk menghadapi kematian dan kehidupan akhirat adalah iman dan amal sholeh yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan.