0 menit baca 0 %

Sanggar Tari Rampak Saiyo MAN 4 Kampar Memukau di Penobatan Ninik Mamak Suku Domo

Ringkasan: Kampar (  Kemenag ) Sanggar Tari Rampak Saiyo dari MAN 4 Kampar Plus Keterampilan kembali tampil memukau dalam acara adat penobatan ninik mamak Suku Domo Kenegerian Rumbio. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Desa Pulau Payung, Kabupaten Kampar, pada Ahad (29/06/2025), dan berhasil mencuri perh...

Kampar (  Kemenag ) – Sanggar Tari Rampak Saiyo dari MAN 4 Kampar Plus Keterampilan kembali tampil memukau dalam acara adat penobatan ninik mamak Suku Domo Kenegerian Rumbio. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Desa Pulau Payung, Kabupaten Kampar, pada Ahad (29/06/2025), dan berhasil mencuri perhatian para tokoh adat, masyarakat, serta tamu undangan yang hadir.

Meskipun berlangsung di masa libur akhir semester Tahun Pelajaran 2024/2025, semangat dan antusiasme para siswa tak surut. Justru, mereka menjadikan momen ini sebagai wadah untuk terus berkarya, mengasah kemampuan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Dengan gerakan tari yang anggun, kompak, dan sarat makna tradisional, Sanggar Rampak Saiyo menunjukkan performa luar biasa yang menggambarkan kekayaan budaya dan semangat kebersamaan. Penampilan ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berbudaya.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sabar Budiono, S.Pd., turut hadir mendampingi dan memberikan dukungan langsung kepada para siswa. Sanggar Rampak Saiyo sendiri dibina oleh Yusfida Erma, M.Pd., sosok pendidik yang terus konsisten mengembangkan potensi seni dan budaya di kalangan peserta didik.

Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., yang dihubungi melalui sambungan telepon, turut mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas dedikasi para siswa.

 “Saya sangat bangga dan terharu melihat semangat anak-anak kita. Meski sedang masa liburan, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi terhadap budaya dan madrasah. Penampilan ini tidak hanya membanggakan secara seni, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan cinta budaya hidup dalam jiwa siswa MAN 4 Kampar Plus Keterampilan,” ujar Juni

Partisipasi ini menjadi bukti bahwa madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga pusat pembinaan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Keterlibatan siswa MAN 4 Kampar dalam pelestarian tradisi lokal di tengah masyarakat menunjukkan bahwa pendidikan dapat hadir secara nyata dan bermakna di kehidupan sosial. (kj/Fatmi  )