Pekanbaru (kemenag), Memasuki malam ke-17 Ramadhan 1446 Hijriah, aktifitas berupa Santapan Rohani Ramadhan di masjid Nurussalam Jln. Purwodadi Ujung Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani berjalan lancar. Hal ini terpantau oleh tim inmas saat berada disana tadi malam. Senin (17/03/2025).
Walaupun kondisi cuaca malam tersebut ada gerimis membasahi bumi, dan jema’ah masjid sedikit berkurang bila dibandingkan dengan diawal-awal puasa, namun aktifitas dakwah berupa santapan rohani ramadhan tetap berjalan lancar. Ustadz Muhammad Idris, S.Ag, M.Pd.I yang dikirim oleh IKMI Kota Pekanbaru hadir disana.
Materi yang disampaikan dalam santapan rohani malam itu berjudul” Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an.”.
Mengawali tausiahnya ustadz menjelaskan apa itu al-Qur’an ? “ Al-Qur’an adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yang terdiri dari 30 Juz, 114 Surat dan 6.666 ayat.” Ujar Ustadz.
Al-Qur’an merupakan hudallinnas (petunjuk bagi manusia). Sebagai petunjuk, sudah barang tentu banyak nilai-nilai yang terkandung dalamnya. Antara lain: nilai kesederhanaan, kejujuran, keberanian, kesabaran, kebaikan/kesolehan indvidu dan sosial.
Membumikan al-Qur’an adalah upaya untuk mendekatkan kondisi ideal (sesuai al-Qur’an) dengan kondisi nyata kehidupan. Kenyataannya banyak umat Islam yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Lalu bagaimana mereka bisa menerapkan nilai-nilai yang ada dalam al-Qur’an dalam kehidupan nyata ?. Disinilah pentingnya pembahasan judul rmembumikan al-Qur’an. Ungkap Ustadz.
Al-Qur’an merupakan adalah kitab suci yang tidak ada keraguan didalamnya (la roibafihi). Dijamin tidak akan sesat bila kita berpegang (berpedoman) kepadanya. Karena al-qur’an mengajarkan umat manusia kepada jalan yang benar dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. Tutup ustadz (Idris). Â