0 menit baca 0 %

Santri Ibnu Jarir Terbang ke Sulsel, Harumkan Nama Riau di MQK Nasional 2025

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )---Dua santri terbaik Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Muhammad Miftah Al Khair dan Akhdan Febri Hermansyah, resmi menjadi bagian dari kontingen Provinsi Riau dalam ajang Musabaqoh Qiro atil Kutub (MQK) Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.Keduanya akan berlom...

Kampar ( Kemenag )---Dua santri terbaik Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Muhammad Miftah Al Khair dan Akhdan Febri Hermansyah, resmi menjadi bagian dari kontingen Provinsi Riau dalam ajang Musabaqoh Qiro atil Kutub (MQK) Nasional 2025 yang digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Keduanya akan berlomba pada cabang yang berbeda. Muhammad Miftah Al Khair siap menguji kemampuan di bidang Ilmu Hadis, sementara Akhdan Febri Hermansyah akan tampil pada cabang Ilmu Tafsir.

Perjalanan mereka menuju MQK Nasional bukanlah proses singkat. Dimulai dari seleksi internal pesantren, kemudian berlanjut ke tingkat kabupaten hingga provinsi. Berkat ketekunan, kemampuan, dan doa dari keluarga besar pesantren, keduanya berhasil meraih tiket menuju panggung nasional.

Mudir Pondok Pesantren Ibnu Jarir, Ustadz Irfan Muhammad Ali, Lc, menyampaikan rasa bangga atas prestasi para santrinya.

Kita tentu sangat bersyukur dan bangga. Terlebih lagi, untuk ananda Muhammad Miftah Al Khair, ini adalah kali kedua ia dipercaya mewakili Provinsi Riau. Pada tahun 2023 lalu, ia tampil di MQK Nasional di Lamongan, Jawa Timur, dan alhamdulillah tahun ini kembali membawa nama Riau ke Sulawesi Selatan, ungkap beliau yang merupakan alumnus Universitas Al Azhar, Kairo.

Sebelum berangkat menuju Sulawesi Selatan, para peserta MQK Nasional 2025 asal Riau terlebih dahulu mengikuti prosesi pelepasan resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Muliardi, pada Selasa malam (30/9/2025) di Rusunawa Eks. Embarkasi Haji Antara Riau.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kabid PAPKIS Syahruddin, Sekretaris FKPP Riau Ali Muhlisin, serta para pembimbing kafilah MQK. Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai prosesi pelepasan itu.

Dalam arahannya, H. Muliardi memberikan motivasi penuh:

Jangan merasa rendah, jangan patah semangat. Teruslah berikhtiar, perbanyak doa, dan tingkatkan ibadah. Kemenangan akan datang jika kita ikhlas berjuang. Ingat, kekompakan adalah kunci. Tidak ada perbedaan dari pondok mana pun, kita adalah satu, kafilah Riau, pesannya yang disambut tepuk tangan penuh semangat.

Di Ponpes Ibnu Jarir, membaca kitab kuning adalah ekstrakurikuler wajib. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ustadz Ahmad Shulhan, Lc serta bergantian dengan Syekh Ahmad Nafi Al Mishry setiap Rabu sore. Tradisi ilmiah ini berbuah manis hingga melahirkan santri berprestasi seperti Miftah dan Akhdan.

Ibu dari Miftah pun tak kuasa menahan haru.

Semoga Allah jaga keistiqomahan anak kami serta memberi ganjaran setimpal kepada semua pihak yang telah membantu, ucapnya lirih.

Sementara itu, Mudir berharap semua kafilah, khususnya santri Ibnu Jarir, mampu memberi hasil terbaik.

Mari kita doakan semoga Allah mudahkan perjalanan ini, memberi kekuatan kepada para santri, dan menjadikan mereka sebagai pembawa harum nama orang tua, pondok pesantren, dan Provinsi Riau, pungkasnya.

Dengan restu para guru, doa orang tua, serta dukungan penuh Kanwil Kemenag Riau, langkah santri Ibnu Jarir menuju MQK Nasional 2025 menjadi simbol nyata bahwa generasi Qur ani dari Kampar siap mengharumkan nama Riau dipanggung nasional. Pungkas Irfan

Kontributor : Fatmi/humas PP Ibnu JarirÂ