Kampar ( Kemenag )---Suasana Pondok Pesantren Mu allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota tampak lebih khidmat pagi ini Kamis, 29/5/2025 saat para santri dan santriwati International Class menghadapi ujian hari pertama. Tiga mata pelajaran inti Muhaddatsah (percakapan Arab), Tajwid, dan Tauhid menjadi tolok ukur awal kemampuan mereka dalam ilmu agama dan komunikasi.
International Class merupakan program unggulan pondok yang dirancang tidak hanya untuk menghafal (tahfidz) dan memahami (tafhim) isi Al-Qur an, tetapi juga untuk mengimplementasikannya dalam dakwah lisan dan digital.
 Anak-anak tidak hanya dituntut bisa membaca dan menghafal Qur an, tapi juga mampu menjelaskannya dengan bahasa yang menarik dan menyentuh, baik di depan publik maupun lewat konten digital, ujar salah satu pengasuh progrram
Melalui pendekatan integratif antara kitab kuning, tarjih Muhammadiyah, dan media digital, santri dibekali keahlian untuk menyampaikan pesan Islam dengan cara yang cerdas, bijak, dan inspiratif. Dengan dukungan pelatihan public speaking serta konten dakwah digital, para peserta program ini disiapkan menjadi da i muda Qur ani yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam ujian hari pertama ini, para santri menunjukkan kemampuan mereka berdialog dalam bahasa Arab (muhaddatsah), membaca Al-Qur an dengan tajwid yang benar, dan menjawab pertanyaan mendalam seputar tauhid serta prinsip-prinsip akidah Islam.
Ujian akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, mencakup aspek hafalan, pemahaman, praktik dakwah, dan presentasi konten islami ( Fatmi/Hms PP Muallimin)