Pekanbaru ( Kemenag )---Kabar membanggakan kembali hadir dari Pesantren Al-Utsaimin. Dua santri terbaiknya, Radhitya Fawwaz Adli dan Muhammad Fathurrahman, sukses meraih prestasi pada ajang bergengsi Tournament of Pencak Silat Riau Challenge 2025 yang digelar di Hall Bela Diri Rumbai, Pekanbaru, 29 Agustus – 2 September 2025.
Dalam kejuaraan yang mempertemukan pesilat muda dari berbagai daerah ini, Radhitya berhasil meraih Juara 2 Remaja Laga, sementara Fathurrahman menyabet Juara 3 Remaja Laga. Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri Pesantren Al-Utsaimin mampu bersaing dan berkiprah tidak hanya dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga dalam bidang olahraga prestasi.
Pimpinan Pesantren Al-Utsaimin Dr. Isnen Azhar Lc., MH menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian yang diraih santri. “Alhamdulillah, prestasi ini adalah anugerah sekaligus bukti bahwa santri kita mampu berkembang secara seimbang, baik dalam ilmu agama, akademik, maupun olahraga. Kami bangga atas dedikasi, kerja keras, dan semangat juang Radhitya dan Fathurrahman,” ungkapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus mengasah potensi diri di berbagai bidang. “Kemenangan ini bukan sekadar medali, tetapi juga pelajaran berharga tentang kedisiplinan, sportivitas, dan kerja keras. Kami berharap semakin banyak santri yang termotivasi untuk berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Radhitya dan Fathurrahman sendiri mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Mereka menilai kemenangan tersebut adalah hasil kerja sama tim, dukungan dari pelatih, serta doa guru dan orang tua. “Kami tidak bisa sampai di titik ini tanpa bimbingan ustaz, dukungan pesantren, dan doa keluarga. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi teman-teman santri lainnya,” ujar Radhitya.
Dengan keberhasilan ini, Pesantren Al-Utsaimin semakin menunjukkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya fokus pada pembinaan akhlak dan ilmu agama, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk berkembang dalam bakat, minat, dan keterampilan lain yang bermanfaat
( Fatmi/Humas PP Al Utsaimin )