0 menit baca 0 %

Santri Pondok Pesantren At-Taufiq Petapahan Tapung Kampar Ikuti Lomba Baca Kitab Kuning dan Hadis dalam Rangka Menyambut Ramadhan 1446 H

Ringkasan: Kampar ( kemenag )--Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Pondok Pesantren At-Taufiq Petapahan Tapung Kampar mengirimkan empat santri terbaik untuk mengikuti lomba baca Kitab Kuning dan Hadis. Lomba ini berlangsung pada Selasa, 25 Februari 2025, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kab...

Kampar ( kemenag )--Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Pondok Pesantren At-Taufiq Petapahan Tapung Kampar mengirimkan empat santri terbaik untuk mengikuti lomba baca Kitab Kuning dan Hadis. Lomba ini berlangsung pada Selasa, 25 Februari 2025, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Santri yang mewakili pondok pesantren ini adalah Jihan Dillah Arkinanti, Safina Tunnajah, Rizki Ferdiansyah, dan Mahfudh Najib.

Lomba ini dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, yang ditaja oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar bekerja sama dengan Dewan Dakwah Kabupaten Kampar (DDII). Lomba ini menjadi ajang bergengsi antar pondok pesantren se-Kabupaten Kampar dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap Kitab Kuning dan Hadis.

Untuk memotivasi peserta, penyelenggara lomba menyiapkan hadiah menarik, salah satunya adalah umroh gratis bagi peserta yang berhasil meraih juara umum, yang disponsori oleh Riau Wisata Hati (RWH). Selain itu, para pemenang juga akan mendapatkan piala dan uang tunai.

Proses pendaftaran lomba ini telah dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada tanggal 10-24 Februari 2025. Setiap pondok pesantren diharapkan mengirimkan maksimal dua orang santri putra dan dua orang santriwati putri sebagai perwakilan.

Kitab yang menjadi ujian dalam lomba ini adalah Kitab Fathul Mu'in bi Syarhi Qurratil Ain bi Muhimmatid Din, sebuah karya monumental dari ulama besar Ahmad bin Abdul Aziz bin Zainuddin bin Ali bin Ahmad Al-Mabari Al-Malibari Al-Hindi, seorang pakar fikih bermazhab Syafi'i asal Malabar, India. Kitab ini menjadi acuan penting dalam penguasaan ilmu fikih, dengan pengujian yang meliputi aspek Nahwu dan Shorof, pemahaman soal, hadis yang berkaitan dengan soal, serta Qoidah fiqhiyyah dan ushuliyyah.

Pimpinan Pondok Pesantren At-Taufiq, Ustaz Muhammad Syamlawi, Lc, MA, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena memberikan kesempatan bagi santri untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan mereka dalam penguasaan ilmu agama. Menurut beliau, ruh pesantren terletak pada penguasaan kitab kuning oleh para santrinya, yang merupakan bagian dari tradisi yang terus dilestarikan di pondok pesantren.

“Ruhnya pesantren itu terletak pada penguasaan kitab kuning oleh para santrinya. Terlebih lagi, Kabupaten Kampar telah mendeklarasikan diri sebagai Negeri Santri, yang menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Ustaz Syamlawi.

Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW, "Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memberikan pemahaman dalam urusan agama kepadanya" (HR. Bukhari). Ini menjadi pengingat bagi para santri bahwa kemampuan dalam membaca dan memahami kitab kuning adalah salah satu cara untuk memahami agama dengan lebih baik. Pungkas Pimpinan Pondok ( Fatmi/Alf )