Siak (Kemenag)- Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Riyadus Sholihin. Ratusan santri dengan penuh semangat dan keikhlasan membayar zakat fitrah untuk diri mereka sendiri pada Rabu (26/03/2025). Dengan tangan-tangan mungil yang penuh berkah, mereka menyerahkan beras terbaik kepada panitia zakat pondok. Sebagian yang lain membayar zakat menggunakan uang yang diserahkan oleh para wali santri saat penjemputan.
Sejak pagi hari, halaman pesantren yang biasanya sunyi berubah menjadi lautan manusia. Para wali santri dengan wajah berseri antre untuk menyerahkan zakat fitrah putra putri mereka, sementara panitia dengan teliti mencatat dan menakar setiap butir beras yang mereka berikan. Tidak hanya dari santri, zakat fitrah juga datang dari para pengasuh, majlis guru dan masyarakat sekitar yang mempercayakan penyalurannya zakat fitrahnya kepada pondok.
Dari hasil pengumpulan zakat tersebut, panitia melaporkan menerima beras dan uang yang dikonversi menjadi beras sejumlah 1.375,9 Kilogram. Seluruh zakat fitrah tersebut dibagikan kepada asnaf yang berada dilingkungan pondok pesantren Riyadus Sholihin, Desa Delima Jaya.
Dengan penuh hikmat, panitia membagi-bagikan zakat kepada golongan penerima (asnaf) yang telah diatur dalam syariat Islam. Warga fakir dan miskin di sekitar pesantren menjadi penerima utama. Pemandangan haru terjadi ketika seorang ibu lanjut usia menerima zakat fitrah dengan mata berkaca-kaca. “Alhamdulillah, setiap tahun kami selalu mendapatkan berkah dari para santri. Ini sangat berarti bagi kami untuk persiapan Lebaran,” ujarnya dengan suara bergetar.
Tidak hanya itu, zakat juga disalurkan kepada para mualaf, gharim (orang yang terlilit utang), serta fisabilillah yang berjuang di jalan Allah. Proses distribusi berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Distribusi zakat fitrah ini dilakukan oleh santri-santri ngabdi yang didampingi oleh pengurus pesantren.
Kyai Thoyib, pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, mengatakan bahwa pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah ini adalah bagian dari pendidikan akhlak dan sosial bagi santri. “Kami ingin mendidik santri bukan hanya pandai mengaji, tetapi juga peka terhadap keadaan sosial. Ramadan adalah momentum terbaik untuk mengasah empati dan kepedulian,” ujarnya.
Dengan wajah bahagia, para penerima zakat menerima zakat dari para santri. Ramadan di Pondok Riyadus Sholihin tahun ini bukan hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan berbagi yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang. (Rois/Fz)