Bangkinang Kota ( Kemenag )---Kabar menggembirakan datang dari Pondok Pesantren Ibnu Jarir Bangkinang Kota. Delapan orang santri berhasil lolos seleksi resmi ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) Tahun 2025 melalui jalur Computer Based Test (CBT) yang diadakan secara nasional.
Prestasi ini menegaskan kualitas pendidikan dan pembinaan santri di Ponpes Ibnu Jarir, sekaligus membuktikan bahwa semangat keilmuan terus tumbuh subur di tengah para generasi muda Islam.
Adapun nama-nama santri yang berhasil lolos seleksi beserta marhalah (jenjang), bidang yang diikuti, dan peringkatnya adalah sebagai berikut:
1. Muhammad Miftah Al Khair โ Marhalah Ulya โ Bidang Hadits (Ilmu Hadits) โ Peringkat 1
2. Khalilurrahman โ Marhalah Ulya โ Bidang Fiqh (Ilmu Fiqh) โ Peringkat 1
3. Rahmad Rifki Pratama โ Marhalah Wustha โ Bidang Hadits โ Peringkat 2
4. Rifqi Raihanul Islam โ Marhalah Ulya โ Bidang Tarikh โ Peringkat 2
5. Hanif Makruf โ Marhalah Wustha โ Bidang Akhlaq โ Peringkat 2
6. Akhdan Febri Hermansyah โ Marhalah Ulya โ Bidang Tafsir (Ilmu Tafsir) โ Peringkat 3
7. Raffi Alfyiyyadh Sutrisna โ Marhalah Wustha โ Bidang Tafsir โ Peringkat 5
8. Faiz Mumtaz โ Marhalah Ulya โ Bidang Akhlaq โ Peringkat 9
Capaian ini merupakan hasil dari ketekunan para santri, bimbingan para asatidz, serta dukungan penuh dari keluarga besar pondok pesantren.
Pimpinan Ponpes Ibnu Jarirย Irfanย Muhammad Ali, Lc menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih oleh para santri.
โAlhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras dan kesungguhan. Kami berharap para santri terus menjaga semangat menuntut ilmu dan menjadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk lebih baik lagi ke depan. Semoga ilmu yang diperoleh membawa keberkahan dan manfaat untuk umat,โ ujar Irfan
MQKN sendiri merupakan ajang nasional bergengsi dalam bidang pengkajian kitab kuning yang diikuti oleh para santri dari seluruh pesantren di Indonesia. Seleksi ketat dilakukan secara online melalui sistem CBT, sebagai bagian dari digitalisasi dan modernisasi sistem kompetisi nasional pesantren.
Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh santri, dan menjadi langkah awal menuju generasi ulama dan cendekiawan muslim yang mencerahkan bangsa dan umat. Pungkas Irfan ( Fatmi )