0 menit baca 0 %

Santri Ponpes Riyadus Sholihin Gelar Khitobah Kubro Sempena Harlah NU ke-102

Ringkasan: Siak (Kemenag) Pondok Pesantren Riyadus Sholihin menggelar acara Khitobah Kubro dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-102. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan di aula utama pesantren pada Kamis Malam (09/01/2025) lalu.

Siak (Kemenag) Pondok Pesantren Riyadus Sholihin menggelar acara Khitobah Kubro dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-102. Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan di aula utama pesantren pada Kamis Malam (09/01/2025) lalu. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh santri dan dewan asatidz.

Dalam istilah pesantren, Khitobah adalah kegiatan pelatihan pidato atau berbicara di depan umum yang bertujuan untuk melatih kemampuan santri dalam menyampaikan gagasan, dakwah, atau ceramah agama dengan baik dan benar. Pada setiap kegiatan, santri diberikan tema tertentu, baik terkait agama, sosial, maupun isu kekinian. Khitobah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh santri. Kegiatan tersebut diselenggarakan rutin setiap pekannya.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan kali ini adalah “Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat”, acara ini bertujuan untuk menguatkan semangat para santri dalam memahami nilai-nilai ke-NU-an dan kecintaan terhadap tanah air. Kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan dengan penampilan pidato atau khitobah oleh para santri yang membahas topik-topik kebangsaan, keagamaan, dan kontribusi NU dalam sejarah Indonesia.

Pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, KH. M. Thoyib Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus NU untuk terus mengamalkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. "Melalui Khitobah Kubro ini, kita berharap para santri mampu menyuarakan pesan-pesan Islam yang damai, moderat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni hadrah dalam untaian gebyar sholawat. Di penghujung acara, para peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

Khitobah Kubro ini menjadi momen yang penuh makna, tidak hanya sebagai ajang mengasah keterampilan santri dalam berbicara di depan umum, tetapi juga sebagai wujud nyata kecintaan dan dukungan Pondok Pesantren Riyadus Sholihin terhadap perjuangan Nahdlatul Ulama dalam membangun bangsa yang bermartabat. (rois/Fz)