Kampar ( Kemenag )- Dibawah bimbingan Ustadz Miftahul Husaini Santri MTs PP. At Taufiq Petapahan berhasil mengolah kertas dan kardus bekas menjadi berbagai pernak-pernik hiasan dinding seperti frame foto dan kreasi lainnya sebagai upaya penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (P5 P2 RA) pada Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2024-2025,
Hasil Projek tersebut diserahkan kepada Ustaz Miftahul Husaini pada hari Rabu,09/10/2024 di halaman MTs PP. At Taufiq Petapahan sebagai tugas tidak terstruktur mata pelajaran Bahasa Indonesia bab teks prosedur.
Disela-sela rapat persiapan PKKM (Penilaian Kinerja Kepala Madrasah) 2024, Kamad MTs, Sukardi mengapresiasi Projek santri tersebut dan mengacungkan jempol tanda salut kepada guru pengampu Bahasa Indonesia.
Beliau menyampaikan bahwa P5P2RA, inklud dalam berbagai mapel pada kurikulum merdeka sebagaimana tertuang dalam KMA 450 Tahun 2024.
Sementara Wakil pimpin pesantren, Ustaz Alpian, juga turut mengapresiasi hasil karya santri tersebut sambil mengutip hadis Rasulullah SAW yang bersumber dari kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi - Kitab Rujukan di PP. At Taufiq - dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan, dia melihat sebuah ranting pohon yang melintang di tengah jalan. Lalu orang itu berkata, 'Demi Allah, akan aku singkirkan ranting pohon ini agar tidak mengganggu orang-orang Islam yang lewat. Maka, orang itu dimasukkan ke surga'." (HR Imam Muslim). Dan Hadis yang bersumber dari Abu Barzah RA, dia berkata, "Wahai Nabi Allah, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dapat kuambil manfaatnya. Sabda beliau, 'Singkirkan gangguan itu dari jalan orang-orang Islam'." (HR Imam Muslim).
"Hadis ini memberikan motivasi bahwa memungut sampah/barang bekas dan mengolah sampah/barang bekas, bisa membuat seseorang masuk surga. Masuk surga karena perbuat kecil, tapi dampaknya besar. Pada saat dihilangkan masalah itu maka banyak sekali yang mendapat keuntungan".
"Orang kreatif dan inovatif yang memanfaatkan barang bekas, sama halnya dengan dia telah menahan barang bekas tadi yang telah menjadi sampah sehingga tidak berdampak buruk bagi orang lain. Begitu juga, dengan orang yang mendaur ulang sampah, dia telah menjadikan produk itu ke bentuk yang sama, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan kepada orang lain". Tutupnya. ( Fatmi )
Santri PP At Taufiq Olah Kertas Bekas menjadi Hiasan Dinding
Ringkasan:
Kampar ( Kemenag )- Dibawah bimbingan Ustadz Miftahul Husaini Santri MTs PP. At Taufiq Petapahan berhasil mengolah kertas dan kardus bekas menjadi berbagai pernak-pernik hiasan dinding seperti frame foto dan kreasi lainnya sebagai upaya penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan profi...