0 menit baca 0 %

Santri PP-MTI Tanjung Berulak Latih Fasih Berbahasa Arab Lewat Program Muhadatsah

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )--- Suasana pagi di lapangan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PP-MTI) Tanjung Berulak terlihat berbeda. Seluruh santri, baik tingkat MTs maupun MA, tampak berbaris rapi sesuai kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan rutin pembinaan bahasa yang digagas OPPTI Bidang...

Kampar ( Kemenag )--- Suasana pagi di lapangan Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PP-MTI) Tanjung Berulak terlihat berbeda. Seluruh santri, baik tingkat MTs maupun MA, tampak berbaris rapi sesuai kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan rutin pembinaan bahasa yang digagas OPPTI Bidang Bahasa, yakni “Muhadatsah” atau latihan berdialog dalam bahasa Arab.

Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan santri berbicara bahasa Arab dalam keseharian, melatih kefasihan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Dengan terbiasa menggunakan bahasa Arab, diharapkan para santri lebih mudah mendalami makna dan kandungan kitab suci.

Program ini dipandu langsung oleh Alpin Rusdi, perwakilan OPPTI sekaligus santri kelas XII-IIK MA, dengan penuh semangat dan interaktif. Sebanyak 157 orang santri mengikuti kegiatan ini secara antusias, saling berdialog dan mempraktikkan percakapan sederhana hingga kompleks dalam bahasa Arab.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Alman Ismail, S.Pd.I, turut hadir memantau jalannya kegiatan. Ia menegaskan bahwa pembiasaan seperti ini sangat penting bagi santri.

“Bahasa Arab adalah kunci untuk memahami ilmu-ilmu Islam. Melalui pembiasaan muhadatsah, santri tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya. InsyaAllah dengan konsistensi, mereka akan semakin fasih dan percaya diri,” ujarnya.

Selain itu, beberapa guru piket harian juga turut membantu mendampingi, memastikan kegiatan berjalan tertib dan efektif.

Kegiatan Muhadatsah ini akan terus menjadi agenda rutin di PP-MTI Tanjung Berulak sebagai bagian dari program pembinaan santri, agar mereka tidak hanya berakhlak mulia, tetapi juga unggul dalam kemampuan bahasa yang menjadi bekal dakwahdi masa depan.

Kontributor fatmi/ humas PPMTI