0 menit baca 0 %

Santripreneur Sawit Al Amin Dumai Jadi Best Practise Nasional, Dorong Pesantren Mandiri Ekonomi

Ringkasan: Riau (Kemenag) --- Pimpinan Ponpes Al Amin Dumai selaku Koordinator dan Penggerak Kegiatan Santripreneur Sawit Indonesia melalui wadah Koperasi Produsen Kopontren Al Amin Menjadi Narasumber Best Practise pada kegiatan Pelatihan Kemandirian Pesantren Berdaya Tahun 2025 Angkatan III Program Kementeria...

Riau (Kemenag) --- Pimpinan Ponpes Al Amin Dumai selaku Koordinator dan Penggerak Kegiatan Santripreneur Sawit Indonesia melalui wadah Koperasi Produsen Kopontren Al Amin Menjadi Narasumber Best Practise pada kegiatan Pelatihan Kemandirian Pesantren Berdaya Tahun 2025 Angkatan III Program Kementerian Agama RI pada Jum'at sore, tanggal 29 Agustus 2025 Pukul 15.30 Wib - 17.20 Wib.

Kegiatan dengan Moderator Pak Mulkan Pusdiklat Kementerian Agama RI dengan Peserta 40 Orang dari 40 Pesantren se Indonesia dari 10 Provinsi. Selain Memaparkan Strategi Pengembangan Usaha Menuju Kemandirian Pesantren dan Strategi Pemasaran Produk Kearifan Lokal juga mengenalkan terkait produk produk potensial di hilirisasi sawit yang  sehari-hari digunakan kita seperti sabun dan kosmetik yang berasal dari produk turunan sawit dan menyampaikan terkait kebaikan sawit saat ini yang telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi bangsa Indonesia. 

Salah satu Peserta Ustadzah Iin dari Pondok Pesantren Al Adib Banten yang meminta tip agar bisa bangkit lagi mengembangakan usaha sabun cuci piring yang pernah dikembangkan beberapa tahun lalu tapi karena banyak kendala, baik sisi produksi, modal yang dihadapi akhirnya berhenti. Begitu juga Kyai Oki Sunandar dari Ponpes Al Kautsar Bogor meminta strategi dan langkah langkah apa yang diperlukan dalam menghadapi tantangan dalam memulai usaha dengan segala keterbasan yang dimiliki Pesantren. 

Dalam pemaparan Kyai W Zainal Abidin yang juga Waketum Forum Ekonomi Pesantren Indonesia ( FEPI ) selama 2 jam tersebut dilanjutkan dengan komunikasi melalui via WA secara pribadi, menghadirkan banyak pertanyaan dari Pimpinan, Pengurus, Guru dan pegawai yang mewakili 40 Pesantren se-Indonesia tersebut menanyakan lebih detail terkait pengembangan usaha menuju kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal terkhusus sektor pertanian, perkebunan dan olahan dengan target menjadikan pesantren sebagai salah satu instrumen dan pendukung hadirnya kemandirian ekonomi bangsa melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan lahirnya Indonesia menjadi negara maju yang berdiri diatas kaki sendiri.