0 menit baca 0 %

Santriwati Mu allimin Bangkinang Kota Raih Prestasi di Ajang Gebyar Literasi Kampar

Ringkasan: Bangkinang Kota ( Kemenag )--- Dua santriwati Pondok Pesantren Mu allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang literasi. Dalam ajang Gebyar Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar, keduanya berhasil membawa pulang pi...

Bangkinang Kota ( Kemenag )--- Dua santriwati Pondok Pesantren Mu allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang literasi. Dalam ajang Gebyar Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar, keduanya berhasil membawa pulang piala dengan prestasi yang membanggakan.

Adalah Naysa Nopita, santriwati kelas XII Pi 2, yang sukses meraih Juara 3 Lomba Resensi Buku Tingkat SMA. Sementara itu, Nadya Silvyana, santriwati kelas IX B, berhasil menyabet Juara 2 Lomba Resensi Buku Tingkat SMP.

Kompetisi yang berlangsung di Bangkinang ini mempertemukan para pelajar terbaik dari berbagai sekolah dan madrasah di Kabupaten Kampar. Para peserta ditantang untuk menunjukkan keterampilan literasi mereka, khususnya dalam memahami, menganalisis, serta menyajikan resensi buku dengan baik.

Pimpinan Pondok Pesantren Mu allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota  Muhammad Yunus Amran menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa santriwati Mu allimin tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang mumpuni. Semoga ini menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk terus membaca, menulis, dan mengembangkan wawasan, ungkapnya.

Kemenangan Naysa dan Nadya menegaskan bahwa budaya literasi di lingkungan pesantren terus tumbuh subur dan menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk generasi cerdas, kritis, serta berakhlak mulia.

Dengan capaian ini, diharapkan para santri Mu allimin semakin termotivasi untuk terus berprestasi di berbagai bidang, baik akademik, seni, olahraga, maupun literasi, demi mengharumkan nama pesantren, daerah, bahkan bangsa