Kuansing ( Kemenag ) Sentajo Raya – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sentajo Raya, Sapri Marlian, S.Sy, mengikuti Pelatihan Penyuluhan Interaktif berbantu Artificial Intelligence (AI) melalui platform MOOC Pintar Kemenag pada Jumat, 1 Agustus 2025, langsung dari ruang kerjanya di Kantor Urusan Agama (KUA) Sentajo Raya.
Pelatihan ini merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh agama dalam menghadapi era digital. Dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence, para penyuluh didorong untuk menciptakan metode dakwah yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat modern, terutama generasi muda.
“Alhamdulillah, pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya jadi tahu bagaimana AI bisa digunakan untuk mendukung penyuluhan yang lebih kreatif dan efektif,” ujar Sapri Marlian usai menyelesaikan modul pelatihan.
Dalam pelatihan ini, peserta dikenalkan dengan berbagai fitur teknologi AI, seperti penyusunan materi dakwah otomatis, penggunaan chatbot keagamaan, hingga analisis kebutuhan dakwah berbasis data digital. Sapri Marlian menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya inspirasi baru untuk mengembangkan konten penyuluhan yang lebih variatif, seperti video dakwah pendek, ceramah animasi, dan layanan konsultasi keagamaan digital.
“Dengan bantuan AI, penyuluhan bisa lebih menarik dan tepat sasaran. Kita bisa menjangkau audiens yang lebih luas melalui media sosial dan platform digital,” tambahnya.
Sapri juga mengapresiasi keunggulan MOOC Pintar Kemenag yang dapat diakses fleksibel kapan saja dan dari mana saja. Hal ini memudahkan penyuluh agama yang memiliki kesibukan lapangan untuk tetap mengembangkan kapasitas diri secara mandiri.
“Saya mengikuti pelatihan ini dari ruang kerja saya di KUA. Waktunya fleksibel, materinya praktis, dan langsung bisa diterapkan dalam penyuluhan di lapangan. Ini langkah nyata menuju penyuluh yang cakap teknologi,” ujarnya.
Melalui keikutsertaannya dalam pelatihan ini, Sapri Marlian membuktikan komitmennya untuk terus belajar dan berinovasi demi meningkatkan mutu pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh penyuluh agama di Kabupaten Kuantan Singingi khususnya, untuk tidak ragu memanfaatkan teknologi dalam berdakwah dan memberikan bimbingan keagamaan.
“Dakwah harus mengikuti perkembangan zaman. Jika kita ingin pesan agama sampai dengan baik, maka kita harus berani berubah dan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan umat,” pungkasnya.
Dengan semangat transformasi digital, Sapri Marlian menjadi contoh penyuluh agama yang adaptif, profesional, dan visioner dalam menjawab tantangan zaman. (Sapri Marlian, S.Sy)