0 menit baca 0 %

Sapri Marlian: Kita Perlu Belajar Serta Meniru Kepada yang Baik

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Penyuluh Agama Islam PPPK Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menyampaikan secara langsung laporan pelaksanaan program kerja lapangan dan program program meniru yang baik , ini di sampaikan kepada Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian, pada Selasa (29/07/2025) di ru...

Kuansing (Kemenag) — Penyuluh Agama Islam PPPK Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya menyampaikan secara langsung laporan pelaksanaan program kerja lapangan dan program program meniru yang baik , ini di sampaikan kepada Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian, pada Selasa (29/07/2025) di ruang kerja Kepala KUA .

Pertemuan ini merupakan bentuk akuntabilitas dan koordinasi aktif antara penyuluh agama dengan pimpinan KUA dalam rangka evaluasi serta penguatan program pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh menyampaikan berbagai capaian kegiatan, kendala di lapangan, serta rencana tindak lanjut program kerja pada semester kedua tahun 2025.

Sapri Marlian, salah satu penyuluh agama Islam, memaparkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, seperti wirid yasinan, pembinaan majelis taklim, edukasi zakat dan wakaf, penyuluhan keluarga sakinah, pojok Konsultasi, studi Tiru, pengembangan diri, menambah wawasan serta pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di beberapa desa binaan.

 “Kami terus berupaya menjangkau masyarakat hingga ke dusun-dusun terpencil, agar pelayanan penyuluhan agama benar-benar dirasakan manfaatnya. Kami juga siap bersinergi dalam mewujudkan visi KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang profesional dan inklusif,” ujar Isam dalam laporan tertulisnya.

Kepala KUA Sentajo Raya, Rindra Febrian S. Fil. MH,  mengapresiasi semangat dan dedikasi para penyuluh agama Islam dalam melaksanakan tugas di tengah-tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya pembaruan data kemudian adanya studi Tiru belajar ke tempat atau ke daerah daerah lain dan pelaporan program yang terstruktur untuk mendukung keberhasilan reformasi birokrasi Kementerian Agama, khususnya dalam pelayanan berbasis kinerja.

 “Penyuluh agama adalah ujung tombak Kementerian Agama di lapangan. Laporan yang disampaikan ini menjadi bahan evaluasi kami, sekaligus dasar untuk perencanaan strategis ke depan. Teruslah berinovasi dan bersinergi dengan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan,” tegas Rindra dalam arahannya.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan dokumen laporan kegiatan secara simbolis dan sesi diskusi terbuka mengenai tantangan di lapangan, termasuk kebutuhan peningkatan kapasitas penyuluh melalui pelatihan teknis dan penguatan digitalisasi data penyuluhan.

Langkah ini menunjukkan komitmen KUA Sentajo Raya dalam membangun layanan keagamaan yang terintegrasi dan responsif terhadap dinamika sosial masyarakat. Kolaborasi aktif antara kepala KUA dan para penyuluh agama menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.(RDW)