0 menit baca 0 %

Sarjana Ekonomi Banyak yang Masuk dalam Garis Kemiksinan

Ringkasan: Pekanbaru (Humas)- Persoalan yang cukup menonjol di Indonesia saat ini adalah Sarjana Ekonomi masuk dalam daftar garis kemiskinan. Seharusnya kondisi ini tidak terjadi karena Sarjana Ekonomi telah dibekali dengan dasar- dasar ekonomi dalam memanfaatkan peluang yang ada dalam masyarakat demi tercapai...
Pekanbaru (Humas)- Persoalan yang cukup menonjol di Indonesia saat ini adalah Sarjana Ekonomi masuk dalam daftar garis kemiskinan. Seharusnya kondisi ini tidak terjadi karena Sarjana Ekonomi telah dibekali dengan dasar- dasar ekonomi dalam memanfaatkan peluang yang ada dalam masyarakat demi tercapainya kesejahteraan hidup. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, dalam sambutannyan sebelum membuka secara resmi Orientasi Persiapan Ujian Nasional (UN) Mata Pelajaran Ekonomi Madrasah Aliyah se Riau di Hotel Mutiara, Jumat (16/9). Asyari Nur mengatakan, Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi, dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi, dan/ atau distribusi. Sehingga seorang Sarjana maupun peserta didik dapat merekam peristiwa ekonomi yang terjadi disekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupannya yang lebih baik. "Seharusnya Sarjana Ekonomi dapat lebih baik dengan dasar- dasar ekonomi yang didapatkan," tegasnya. Terkait dengan Orientasi Mata Pelajaran Ekonomi, ia berharap dapat memberikan masukan dan kembali mengingatkan pada dasar- dasar membaca peluang bisnis. Dengan harapan, kegiatan ini dapat melahirkan pendidikan dan peserta didik memiliki kemampuan untuk memahami sejumlah konsep ekonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi dilingkungan individu, rumah tangga, masyarakat, dan negara. Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi. Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggungjawab dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat, dan negara. Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai sosial ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupun internasional. "Ekonomi diajarkan kepada anak agar bisa tau antara yang dibutuhkan dengan peluang yang ada. Tapi sayang di Indonesia, Sarjana Ekonomi justru masuk dalam daftar garis kemiskinan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, ini perlu jadi pelajaran khusus bagi Sarjana Ekonomi agar bisa jadi lebih baik dan bisa membaca peluang yang ada," harapnya. (msd)